Indonesia genjot ekspor batu bara ke Pakistan
Menteri perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan Indonesia dan Pakistan sepakat untuk meningkatkan hubungan perdagangan, apalagi setelah adanya Perjanjian Perdagangan Preferensial (PTA) kedua negara sehingga memudahkan saling tingkatkan bisnis.
Menteri perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan Indonesia dan Pakistan sepakat untuk meningkatkan hubungan perdagangan, apalagi setelah adanya Perjanjian Perdagangan Preferensial (PTA) kedua negara sehingga memudahkan saling tingkatkan bisnis.
"Pada dasarnya Indonesia terbuka lakukan perdagangan dengan Pakistan dan menyambut baik keinginan itu," kata Enggar di Shanghai, dikutip Antara, Selasa (6/11).
Dia menjelaskan, Pakistan selama ini cukup banyak impor CPO dari Indonesia dan dalam pertemuan tadi disebutkan akan membangun pembangkit listrik yang membutuhkan batu bara dari Indonesia. Selain itu, Pakistan juga meminta agar Indonesia mau impor lebih banyak dari Pakistan, mengingat Pakistan selama ini selalu defisit.
"Jadi akan ada potensi ekspor baru bara ke Pakistan," imbuhnya.
Sejumlah isu yang dibicarakan juga menyinggung soal PTE kedua negara yang dinilai Pakistan belum ada perkembangan signifikan. Menurutnya, ada tujuh perjanjian PTA kedua negara yang sampai saat ini belum diratifikasi DPR, sehingga agak menghambat perkembangan perdagangan.
"Besok Rabu dalam rapat di Kemenko Perekonomian, akan saya sampaikan masalah ini," tandas Enggar.
Baca juga:
Menko Darmin minta calon dubes perkuat hubungan dagang RI dengan negara lain
BI dan Singapura sepakati perjanjian keuangan bilateral USD 10 miliar
RI-Australia kerja sama tingkatkan ekonomi lewat PROSPERA
Sri Mulyani: Saya tidak malu belajar dari negara lain
Di depan pengusaha Jerman, Sri Mulyani beberkan manfaat pembangunan infrastruktur