LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Indonesia diserbu PRT asal Filipina, KEIN sebut hanya rumor

"Tidak mungkin. Yang bisa masuk adalah yang punya sertifikasi."

2016-04-07 14:51:45
Masyarakat Ekonomi ASEAN
Advertisement

Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) secara resmi diberlakukan awal tahun 2016. Beberapa profesi tenaga kerja bersertifikat memiliki akses bekerja di negara-negara ASEAN.

Indonesia sempat dihebohkan dengan kabar serbuan pekerja rumah tangga asal Filipina dan Vietnam. Keberadaan pekerja rumah tangga ini sempat ramai diperbincangkan di media sosial lantaran bertarif murah dengan kualitas pekerjaan jauh lebih baik dari pekerja rumah tangga asal Indonesia.

Anggota Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), yang juga Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Haryadi Sukamdani melihat hal itu hanya rumor semata.

Advertisement

"Tidak mungkin. Yang bisa masuk adalah yang punya sertifikasi," kata Haryadi di Kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (7/4).

Haryadi menegaskan, hanya ada delapan bidang profesi yang berhak mendapatkan sertifikasi untuk bisa bekerja di negara-negara ASEAN.

Dalam pasar bebas ASEAN, Indonesia hanya membuka delapan profesi bagi tenaga kerja asing dari negara-negara di Asia Tenggara itu. Sedangkan pembantu rumah tangga maupun OB (Office Boy) bukanlah profesi yang dibuka oleh pemerintah.

Advertisement

Kedelapan profesi tersebut adalah perawat, akuntan, dokter, dokter gigi, surveyor, insinyur, arsitek, serta pekerja sektor pariwisata. Walau demikian, hingga hari ini baru pekerja sektor pariwisata yang telah disepakati bersama di antara negara ASEAN.

"Yang 8 profesi itu lho, PRT kan unskill, itu rumor saja," imbuh Haryadi.

Menurutnya, saat ini Indonesia masih sedikit kedatangan pekerja asing dari 8 profesi tersebut. "Yang 8 itu baru sedikit. Pariwisata lumayan lah. Enggak ada serbuan tenaga kerja asing, kalau pun ada itu orang bisnis," tutur Haryadi.

"Kita itu eksportir tenaga kerja bukan importir," tutupnya.

Baca juga:
Hadapi MEA, pemerintah bakal bikin tenaga kerja RI kompetitif
UU Jasa Konstruksi harus bendung pekerja asing masuk Indonesia
Ini saran OJK agar bank Indonesia kompetitif di pasar bebas ASEAN
Hadapi MEA, MPR sosialisasi 4 pilar Kebangsaan ke Mahasiswa Jambi
GP Ansor: Kita tak boleh takut dengan era MEA
Pemerintah Jokowi-JK buat pusat informasi pasar bebas ASEAN
Pengaruh pasar bebas ASEAN, Indonesia kebanjiran investasi asing

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.