Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pengaruh pasar bebas ASEAN, Indonesia kebanjiran investasi asing

Pengaruh pasar bebas ASEAN, Indonesia kebanjiran investasi asing Pembangunan apartemen kawasan Ciputat. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Kementerian Pembangunan Ekonomi dan Teknologi Slovenia hari ini bertemu dengan Kementerian Perdagangan dalam rangka kerja sama bisnis dua negara Indonesia dan Slovenia.

Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Nus Nuzulia mengatakan semenjak diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN atau pasar bebas ASEAN, menjadi berkah bagi sektor bisnis di tanah air. Sebab, Indonesia terus dibanjiri oleh investasi asing dan permintaan kerjasama perdagangan, salah satunya Slovenia.

Dia mengungkapkan negara-negara eropa seperti Slovenia mulai melirik kemungkinan usaha baru untuk mencari peluang kerjasama bisnis dan investasi potensial.

"Ini kesempatan baik untuk meningkatkan ekspor Indonesia ke Slovenia," ujar Nus di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat (4/3).

Lebih lanjut, kata Nus, sejak hubungan bilateral antara Indonesia dan Slovenia dimulai pada 1992. Total perdagangan Indonesia dengan Slovenia pada 2015 tercatat sebesar USD 106 juta, meningkat 11,74 persen dari tahun sebelumnya.

Sementara untuk ekspor Indonesia ke Slovenia sebesar USD 93,25 juta, naik 12,88 persen dari tahun sebelumnya. Sedangkan, ntuk impor Indonesia dari Slovenia pada 2015 sebesar USD 12,78 juta naik dari tahun sebelumnya.

"Dengan kerjasama ini, diharapkan ekspor Indonesia ke Slovenia semakin meningkat," kata dia.

Ditempat yang sama, Deputi Promosi Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Himawan Hariyoga, mengatakan untuk investasi Slovenia di Indonesia dalam 5 tahun terakhir masih terhitung kecil.

Dari komitmen investasi yang dinyatakan sebesar USD 12 juta, realisasi investasinya hanya sebesar USD 150 ribu di bidang industri akomodasi, hotel bintang 3 dan jasa konsultasi bisnis.

"Usai pertemuan tadi, kita sepakat memfasilitasi terutama yang mau realisasi investasi untuk dibantu dipercepat realisasinya. Bisa jadi sarana promosi tersendiri," jelas Himawan.

Himawan menegaskan, minimnya realisasi investasi Slovenia harus menjadi evaluasi terutama bagi BKPM.

"Kami juga belum dapatkan keterangan langsung dari negara itu. Kalau ada kedutaan, concern kan biasanya dari kedutaan. Ini mau bina komunikasi," pungkas dia. (mdk/sau)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP