LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Indonesia Diserbu Kosmetik Impor

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyebutkan bahwa impor produk kosmetik masih terbilang tinggi. Di mana, hal ini menjadi salah satu tantangan yang perlu dicarikan solusinya. Industri kosmetik dan jamu menghadapi banyaknya produk impor yang memasuki pasar dalam negeri.

2019-07-03 14:43:53
ekspor impor
Advertisement

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyebutkan bahwa impor produk kosmetik masih terbilang tinggi. Di mana, hal ini menjadi salah satu tantangan yang perlu dicarikan solusinya.

"Hal ini dapat ditunjukkan dengan data impor kosmetik pada tahun 2018 sebesar USD 850,15 juta meningkat dibandingkan tahun 2017 sebesar USD 631,66 juta," kata Menteri Airlangga seperti dikutip dari Antara di Jakarta, Rabu.

Menurut Menteri Airlangga, pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan daya saing industri dengan menerbitkan kebijakan strategis yang dapat memperkuat struktur industri nasional.

Advertisement

"Pemerintah menyadari bahwa pembinaan industri farmasi, kosmetik dan jamu merupakan kerjasama lintas sektoral yang saling terintegrasi mengingat tantangan industri farmasi merupakan bahan baku yang masih diimpor," kata Menteri Airlangga.

Sedangkan industri kosmetik dan jamu menghadapi banyaknya produk impor yang memasuki pasar dalam negeri. Menperin menambahkan, dalam pembinaannya, selain pemenuhan terhadap regulasi dari sisi kesehatan juga diperlukan fasilitasi atau pembinaan untuk menjamin standar dan kualitas produk.

"Kementerian Perindustrian tentunya tidak bisa jalan sendiri mengawal kebijakan industri tersebut," tukas Menteri Airlangga.

Advertisement

Dia menegaskan, peran Kementerian/Lembaga terkait seperti Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sangat penting sebagaimana peran asosiasi dunia usaha sebagai mitra pemerintah dalam memberikan masukan serta evaluasi kebijakan kepada Pemerintah.

Diketahui, era industri 4.0 merupakan era transformasi digital yang akan menciptakan nilai tambah baru dalam industri farmasi dan kosmetik

Pemanfaatan teknologi dan kecerdasan digital mulai dari proses produksi dan distribusi ke tingkat konsumen (e-commerce) memberikan peluang baru guna dapat meningkatkan daya saing industri farmasi dan kosmetik dengan adanya perubahan selera konsumen dan perubahan gaya hidup.

"Kementerian Perindustrian juga tengah memfokuskan pengembangan pendidikan vokasi industri yang berbasis kompetensi, serta memiliki keterkaitan dan kesepadanan antara dunia pendidikan dengan dunia kerja, agar tenaga kerja lokal mampu bersaing dengan impor," katanya.

Baca juga:
Bea Cukai Beri Kemudahan Aturan Kepabeanan di Perbatasan, ini Detailnya
Per Mei 2019, Gaikindo Catat Ekspor Mobil RI Tumbuh 20 Persen
Jelang Purna Jabatan, Wapres JK Fokus Benahi Investasi Hingga Ekspor
Bos Bulog: RI Sulit Ekspor Beras Sebab Harganya Terlalu Mahal
Dexa Group Incar Ekspor 15 Juta Tablet Obat Diabetes ke Polandia
Bulog Siap Datangkan 30.000 Ton Daging Kerbau Asal India Semester II
Atasi Defisit Neraca Dagang, Menperin Dorong Produsen Lakukan Substitusi Impor

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.