Indonesia Dipilih Jadi Negara Pelatihan Bea Cukai Dunia
Sri Mulyani menjelaskan, kunjungan Sekjen WCO untuk melihat kesiapan Indonesia sebagai tuan rumah dalam pertemuan di bidang teknologi pada 2020 di Bali.
Wakil Presiden, Jusuf Kalla menerima Sekretaris Jendral World Custom Organization (WCO) Kunio Mikuriya dan Head Of Regional Office For Capacity Building Asia Pasific, Norikazu Karamoto. Dalam pertemuan tersebut, Wapres JK didampingi oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Heru Pambudi.
Sri Mulyani menjelaskan, kunjungan Sekjen WCO untuk melihat kesiapan Indonesia sebagai tuan rumah dalam pertemuan di bidang teknologi pada 2020 di Bali. Kemudian yang kedua, mereka memberikan fasilitas training bea cukai. Dia menjelaskan pelatihan tersebut akan difokuskan ke negara-negara kepulauan kecil.
"Beliau hadir di Indonesia untuk kunjungan 2 hari. Pertama untuk melihat kesiapan RI sebagai tuan rumah pertemuan WCO di bidang teknologi tahun depan di 2020 di bali," kata Sri Mulyani di Kantor Wapres, Jalan Merdeka Utara, Kamis (25/7).
Sebab itu, Indonesia akan dijadikan sebagai salah satu negara pelatihan bea cukai untuk negara-negara lain. Sebab memiliki pengalaman reformasi. "Itu bagus untuk menjadi sumber pembelajaran bagi negara-negara lain," lanjut Sri Mulyani.
Sementara di tempat yang sama, Mikuriya mengucapkan terima kasih kepada JK atas kontribusi kerja Indonesia dalam WCO. Dia menjelaskan terdapat 1083 warga Indonesia yang jadi anggotanya.
"WCO tengah mencari negara kepulauan kecil yang di mana Indonesia siap untuk memberikan capacity building support," ungkap Mikuriya.
Baca juga:
Bea Cukai Bakal Panggil Pelaku E-commerce Bahas Aturan Baru
Susun Regulasi Rokok Elektrik, Pemerintah Siap Tampung Aspirasi Masyarakat
Penerimaan Cukai Hingga Juni Rp66 Triliun, Baru 40 Persen dari Target 2019
Membandingkan Tarif Cukai Plastik RI dengan Negara Lain
Kemenkeu: Jumlah Pelaku Bisnis Jastip Berkurang
Pemerintah Siap Beri Insentif untuk Industri Plastik Ramah Lingkungan