LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Indonesia butuh mesin pencari agar tak bergantung pada Google

Kasus Google yang menolak untuk membayar pajak kepada pemerintah memicu sebagian pihak untuk mendesak pemerintah menciptakan mesin pencarian sendiri agar tidak bergantung pada mesin pencari dari Luar Negeri.

2016-09-22 18:07:07
Google
Advertisement

Kepala Program Studi Akademisi Televisi Indonesia Agus Sudibyo mengatakan Indonesia membutuhkan alat mesin pencari sendiri agar masyarakat tidak bergantung pada mesin pencari dari luar negeri yang nyatanya tidak memberikan keuntungan bagi Indonesia.

Hal ini dipicu dari kasus perusahaan raksasa asal Amerika Serikat, Google, yang menolak untuk membayar pajak ke pemerintah Indonesia. Bahkan, perusahaan tersebut menolak untuk diperiksa oleh Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak).

"Saat ini Eropa dan India sudah membuat mesin pencari baru, tidak bergantung pada Google, yang nyatanya melakukan oligopoli pada negara-negara yang secara aktif masih menggunakan mesin pencari tersebut," kata Agus dalam diskusi di Jakarta, Kamis (22/9).

Advertisement

Dia menambahkan, Indonesia seharusnya bisa mencontoh negara lain yang memiliki mesin pencarian sendiri agar tidak bergantung pada negara lain. Seperti China, Eropa, India, dan Korea sudah memahami bahwa pajak Google akan sulit untuk ditarik.

"Google itu penghasilan terbesarnya 94 persen dari google advertising, sehingga mereka memiliki keuntungan yang besar," imbuhnya.

Menurutnya, pemerintah juga harus memikirkan solusi lain, bukan hanya cara menarik pajak Google. Mengingat, perusahaan tersebut sudah menyiapkan alasan untuk tidak membayar pajak.

Advertisement

"Google Indonesia itu kasih alasan mereka sahamnya dimiliki Asia Pasific, salah satunya Singapura, sehingga mereka tidak bisa membayarkan pajak, itulah salah satu cara google untuk mangkir dari pajak," jelasnya.

Dengan diciptakannya mesin pencari milik Indonesia sendiri, maka pemerintah akan memperoleh keuntungan yang berlipat.

"Kita bukan menolak google dan menyukai google, namun ini demi kepentingan nasional. Lakukan seperti Eropa membuat mesin pencari sendiri, meski pun sulit mereka membentuknya, tapi bisa diusahakan," tutup Agus.

Baca juga:
Taiwan minta Google samarkan foto fasilitas militer di LCS
Google Pixel XL akan jadi yang pertama mengusung Android 7.1 Nougat?
Google Allo sudah dirilis, begini cara mendapatkannya!
Google akan segera luncurkan smartphone baru, seperti apa?
Bos BKPM: Terlalu lembek pada Google, tak adil untuk pengusaha lokal
Sejarah panjang Google mengelak pajak dengan kedok 'kapitalisme'
Selain Indonesia, ini 5 negara ngos-ngosan kejar pajak Google

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.