Indeks harga grosir naik disumbang cabai dan bahan bangunan
Indeks harga grosir pada Desember 2015 sebesar 146,14 atau naik 2,03 persen dari November 2015.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum Nonmigas atau indeks harga grosir pada Desember 2015 sebesar 146,14 atau naik sebesar 2,03 persen dari IHPB November 2015 sebesar 143,24. Kenaikan tersebut terjadi pada semua sektor dan kelompok barang, kecuali sektor pertambangan dan penggalian.
Kepala BPS, Suryamin mengatakan salah satu sektor yang menjadi penyumbang dominan terhadap perubahan IHPB adalah sektor pertanian sebesar 1,54 persen. Dengan kenaikan harga meningkat sebesar 9,60 persen.
"Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Desember 2015, antara lain bawang merah, daun bawang, cabai merah, cabai rawit, ayam ras, daging ayam, sayuran impor, serta bijih, kerak, dan abu logam ekspor," kata Suryamin di gedung BPS, Jakarta, Senin (4/1).
Sementara itu, untuk sektor industri naik naik 0,51 persen, kelompok barang impor nonmigas naik 0,23 persen, kelompok barang ekspor nonmigas naik 1,21 persen. Sedangkan untuk sektor pertambangan dan penggalian relatif stabil dan tidak menyumbang andil yang signifikan terhadap perubahan IHPB.
"Dengan demikian perubahan IHPB Nonmigas di sepanjang tahun 2015 adalah sebesar 8,44 persen dan perubahan IHPB year-on-year sebesar 8,44 persen," imbuhnya.
Suryamin menambahkan, IHPB bahan bangunan atau konstruksi ikut meningkat pada Desember 2015 sebesar 0,22 persen terhadap bulan sebelumnya. Hal ini dikarenakan adanya kenaikan harga komoditas bahan bangunan.
"Harga semen naik sebesar 1,49 persen, kerikil naik sebesar 0,60 persen, genteng dan atap lainnya naik sebesar 0,58 persen, batu hias dan batu bangunan naik sebesar 0,57 persen, dan batu bata naik sebesar 0,48 persen," pungkasnya.
Baca juga:
Bahan makanan pembentuk terbesar inflasi Desember 0,96 persen
Jumlah penduduk miskin Indonesia turun tipis jadi 28,51 juta orang
BPS yakin target inflasi 4 persen tahun ini bisa tercapai
Menteri Yuddy: Penilaian akuntabilitas tak terkait reshuffle
BI ogah turunkan suku bunga, OJK nilai saham sulit melesat 2016
'Perang' Saudi lawan Iran buat Rupiah ditutup melemah 113 poin