LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Indef prediksi inflasi September 2018 mencapai 0,2 persen

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira Adhinegara inflasi September 2018 mencapai 0,2 persen, secara tahunan akan mencapai 3,7 persen. Ini disebabkan meningkatnya impor komponen non-pangan.

2018-09-28 15:04:41
Indef
Advertisement

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira Adhinegara inflasi September 2018 mencapai 0,2 persen, secara tahunan akan mencapai 3,7 persen. Ini disebabkan meningkatnya impor komponen non-pangan.

"Proyeksi inflasi pada bulan September diprediksi sebesar 0,2 persen (mtm). Faktor utama pendorong inflasi adalah imported inflation pada komponen non-pangan," ujar Bhima kepada merdeka.com, Jakarta, Jumat (28/9).

Sementara efek pelemahan rupiah pada harga pangan masih belum terlihat signifikan. Hal ini karena stok pangan masih menggunakan stok lama yaitu sekitar 2 hingga 3 bulan sebelumnya.

Advertisement

"Efek pelemahan kurs rupiah ke harga pangan diprediksi mulai terlihat bulan Oktober sampai Desember 2018, ketika pedagang sudah menyesuaikan harga baru. Kedelai misalnya butuh waktu pengiriman rata-rata 75 sampai 100 hari dari AS ke Indonesia," jelas Bhima.

Bhima melanjutkan, saat November hingga Desember bertepatan dengan faktor seasonal Natal tahun baru harga secara umum mulai naik. Begitu juga kebijakan Kementerian Perdagangan dalam penentuan harga jual ayam per Oktober akan berimbas ke inflasi pangan.

"Faktor lainnya adalah secara musiman bulan September inflasi pendidikan, rekreasi dan olahraga akan cukup meningkat tinggi. Efek tahun ajaran baru sekolah masih berimbas ke inflasi hingga bulan September," jelasnya.

Advertisement

Bhima mengatakan, yang perlu diwaspadai ke depan adalah kenaikan harga minyak dunia akan menekan harga BBM, kemungkinan besar BBM jenis non subsidi kembali dinaikkan. Inflasi administered price beresiko naik dengan adanya kenaikan tersebut.

"Pelemahan kurs rupiah dan kenaikan bunga kredit juga berdampak pada penyesuaian harga di level konsumen, meskipun ada lagi beberapa bulan. Kemudian terkait kesiapan stok pangan menghadapi hari raya Natal dan Tahun Baru sangat penting."

Baca juga:
Bank Indonesia catat terjadi deflasi 0,06 persen hingga minggu keempat September
Bank Indonesia prediksi inflasi 2018 di bawah 3,5 persen
Menko Darmin: Inflasi Indonesia dulu itu kronis
Bank Indonesia prediksi September kembali deflasi
Pengusaha sebut Presiden Jokowi perlu cabut subsidi BBM, ini sebabnya
Menteri Sri Mulyani beberkan indikator suatu negara alami krisis ekonomi

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.