LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Indef minta pemerintah jaga momentum nilai tukar

Direktur Indef Enny Sri Hartati memprediksi, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sesuai dengan asumsi pemerintah di level Rp 15.000 per dolar AS hingga akhir tahun. Menurutnya, masih ada sentimen eksternal atau global yang akan bayangi mata uang rupiah ke depan.

2018-11-07 14:18:26
Indef
Advertisement

Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati memprediksi, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sesuai dengan asumsi pemerintah di level Rp 15.000 per dolar AS hingga akhir tahun. Menurutnya, masih ada sentimen eksternal atau global yang akan bayangi mata uang rupiah ke depan.

"Dilihat secara historis itu kan kemarin memang rupiah ini fluktuatif dan sesuai informasi bloomberg rupiah masuk dalam enam mata uang yang rentan.Yang perlu diantisipasi jangan membuat kebijakan ekonomi apapun yg mempunyai dampak terhadap sentimen negatif ke pasar," tuturnya di Jakarta, Rabu (7/11).

Enny menyebutkan, ketidakpastian adalah salah satu indikasi yang tidak disukai oleh investor asing. Dia pun menyarankan agar pemerintah dapat membuat kebijakan yang menciptakan kepastian bagi para investor.

Advertisement

"Jadi jangan buat kebijakan blunder lagi seperti pengumuman harga kenaikan bbm kemarin itu, dinaikan kemudian diturunkan, itu menjadi sentimen negatif bagi pasar. Dan sentimen pertumbuhan ekonomi yang terjaga," jelasnya.

Dia pun berharap, pemerintah dapat menjaga momentum stabilnya nilai tukar dalam rentang yang terukur. Hal ini menghindari mata uang garuda terperosok dalam nominal yang cukup dalam.

"Yang dijadikan acuan bukan di level berapa rupiah tapi bagaimana pemerintah menjaga fluktuasi rupiah tidak terlalu jauh dari asumsi yang ditetapkan. Asal besok ini tidak sampai Rp 15.600," ungkapnya.

Advertisement

"Karena tantangan diakhir tahun dari sisi domestik kita mengalami tekanan terhadap kewajiban luar negeri, baik itu bunga dan cicilan utang maupun kebutuhan untuk repatriasi devisa. Dan rencana bank sentral AS The Fed yang akan naikan suku bunga acuan pada akhir tahun," tandas dia.

Reporter: Bawono Yadika Tulus

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Rupiah terus perkasa di level Rp 14.700-an per USD
4 Fakta di balik menguatnya Rupiah sentuh level Rp 14.800 per USD
Faisal Basri soal Rupiah menguat: Efeknya belum begitu terasa
Rupiah pimpin penguatan nilai tukar di Asia
Pertumbuhan ekonomi di atas ekspektasi bantu penguatan Rupiah
BI sebut penguatan Rupiah bukti keberhasilan pemerintah tekan impor

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.