LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Indef kritik 2 tahun Jokowi-JK: Industri manufaktur makin lambat

"Kondisi ini diperparah dengan implementasi hilirisasi industri yang masih minim sehingga ketergantungan atas hasil ekspor komoditas belum dapat teratasi dan menyebabkan nilai ekspor lndonesia sangat rentan terhadap gejolak perekonomian global."

2016-10-20 14:22:38
Ekonomi Indonesia
Advertisement

Ekonom Institute for Development Economy and Finance (Indef), Ahmad Heri Firdaus mengkritik kinerja pemerintahan Jokowi-JK selama dua tahun ini, khususnya di bidang industri manufaktur. Menurutnya, industri manufaktur Tanah Air mengalami kontraksi atau perlambatan selama pemerintahan Jokowi-JK.

Sekalipun pertumbuhan ekonomi masih berkisar 5 persen, namun kontribusi sektor industri pengolahan atau manufaktur bagi pertumbuhan ekonomi semakin mengalami penurunan.

Penurunan ini ditandai oleh daya serap impor bahan baku dan barang modal yang menurun sepanjang 2016. Impor bahan baku sepanjang 2016 menurun sementara impor barang modal turun 12,6 persen. Di sisi lain, ekspor dari berbagai sektor (termasuk industri) juga kian merosot. Penurunan kinerja industri dalam negeri juga tercermin dari berkurangnya jumlah perusahaan industri.

Advertisement

"Kondisi ini diperparah dengan implementasi hilirisasi industri yang masih minim sehingga ketergantungan atas hasil ekspor komoditas belum dapat teratasi dan menyebabkan nilai ekspor lndonesia sangat rentan terhadap gejolak perekonomian global," katanya dalam diskusi Dua Tahun Nawacita, di Kantor Indef, Jakarta, Kamis (20/10).

Sementara itu, impor non-migas juga menunjukkan peningkatan sepanjang 2016. Hal ini tercermin dari melonjaknya impor barang konsumsi yang meningkat 12,80 persen sepanjang 2016 (Jan-Sept).

Kemudian, minimnya pengamanan pasar domestik dari serbuan impor. Derasnya aliran impor barang konsumsi dan melemahnya daya saing industri domestik salah satunya disebabkan oleh minimnya kebijakan pengamanan pasar domestik yang tercermin dari kuantitas Non Tariff Measures (NTMS).

Advertisement

"Jika di bandingan dengan kebijakan NTM AS atau China, Indonesia jauh lebih sedikit dengan hanya memiliki 272 jenis NTM, sementara AS dan China masing-masing sebanyak 4.780 dan 2.194 NTM."

Baca juga:
2 Tahun menjabat, Jokowi naikkan PDB perikanan hingga 8,36 persen
Per Agustus, utang luar negeri Indonesia turun jadi Rp 4.203 triliun
Kemandirian ekonomi tak terwujud di 2 tahun kepemimpinan Jokowi-JK
Strategi ESDM tangkal kerugian Pertamina akibat harga BBM di Papua
2 tahun Jokowi-JK, pengamat beri lampu kuning untuk daya saing RI

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.