2 tahun Jokowi-JK, pengamat beri lampu kuning untuk daya saing RI
Merdeka.com - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menyatakan pekerjaan rumah Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) di dua tahun pemerintahannya ialah memperbaiki daya saing Indonesia. Penurunan daya saing ini menjadi lampu kuning dan perlu mendapat perhatian serius pemerintah.
"Namun dua tahun belakangan, survei menunjukkan rangking kita menurun. Seperti anak sekolah kalau rangking turun harusnya evaluasi diri. Di Asia Tenggara memang banyak yang turun, namun tidak semuanya. Ada negara yang mirip dengan kita dan prestasi bagus," ujar Ekonom Indef, Eko Listianto, saat ditemui di Kantornya, Jakarta, Kamis (20/10).
Menurutnya, penurunan daya saing Indonesia disebabkan oleh sejumlah aspek. Mereka ialah institusi, kesehatan dan pendidikan, inefisiensi pasar, ketersediaan teknologi, kecanggihan bisnis dan inovasi.
"Dari sisi penilaian hal dasar seperti institusi mengalami pemburukan. Tahun lalu peringkat 55 sekarang 56. Ada tentang kesehatan dan pendidikan dasar tahun lalu 80 sekarang lompat ke 100. Terus dari sisi efisiensi, yang menarik yang turun adalah good market eficiency. Pasar kita semakin tidak efisien. Dan terakhir innovation kita menurun," jelasnya.
Menurutnya, Indonesia memiliki keunggulan dalam hal besarnya kepemilikan pasar dibandingkan dengan kawasan lain di Asia Pasifik. Dia mengingatkan jika tidak dilindungi maka berpotensi untuk diserang oleh produk impor.
"Kalau kita tidak bisa manfaatkannya akan dimanfaatkan negara lain."
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya