Incar Milenial, SMF Terbitkan EBA Ritel Berbunga 6-8 Persen
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF berencana menerbitkan efek beragun aset (EBA) khusus milenial di tahun ini. SMF tengah membidik investor milenial sebanyak-banyaknya. Dalam konteks EBA Ritel SMF ini, aset yang menjadi dasarnya (underlying asset) ialah kredit pemilikan rumah (KPR).
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF berencana menerbitkan efek beragun aset (EBA) khusus milenial di tahun ini. SMF tengah membidik investor milenial sebanyak-banyaknya.
EBA ritel merupakan instrumen efek (surat berharga) yang terdiri dari sekumpulan aset keuangan berupa tagihan yang timbul dari surat berharga komersial. Dalam konteks EBA Ritel SMF ini, aset yang menjadi dasarnya (underlying asset) ialah kredit pemilikan rumah (KPR).
Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo, menuturkan tujuan daripada peluncuran EBA ritel milenial ialah untuk menyasar pasar milenial agar berinvestasi di surat berharga.
"Kalau punya uang, lebih baik milenial belajar investasi. Jangan cuma jalan-jalan, EBA ritel SMF ini produknya bagus, tenor 1,5 tahun, bunganya 6 persen," tuturnya di Jakarta, Senin (22/7).
Ananta menambahkan, pihaknya berencana menerbitkan EBA ritel milenial pada akhir Juli 2019. "Kita akan terbitkan EBA khusus milenial ini akhir Juli. Sosialisasi pertama sudah di SRO, ini bunga ritelnya sampai 8 persen, bisa beli minimal Rp 100.000," ujarnya.
"Sebenarnya sudah lama EBA Ritel ini dari tahun lalu, cuma mungkin sosialisasinya SMF kurang fokus jadi kurang optimal," tambah dia.
Reporter: Bawono Yadika Tulus
Sumber: Liputan6
Baca juga:
Semester I 2019, SMF Catat Laba Bersih Naik Menjadi Rp241 Miliar
SMF Salurkan Pinjaman Rp5,33 Triliun Sepanjang Semester I 2019
Tekan Kerugian Pembelian Perumahan, Sistem Garansi Bakal Diterapkan
Sistem Garansi Perumahan Korea Bakal Diterapkan di Indonesia
SMF Gandeng Perusahaan Asal Korea Kembangkan Sistem Pembiayaan Perumahan
10 Destinasi Wisata Prioritas Raih Dana Pembangunan Homestay dari SMF
SMF Terbitkan Obligas PUB V Tahap I Senilai Rp2 Triliun