Impor beras ilegal, Hatta minta importir diselidiki
Menurutnya, mudah saja menelusuri siapa pelakunya.
Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mencurigai importir beras Vietnam menyalahgunakan izin impor yang diberikan Kementerian Perdagangan. Untuk itu, dia meminta importir tersebut diselidiki.
Menurutnya, mudah saja menelusuri siapa pelaku impor beras medium ilegal asal Vietnam. Dia mendapat pengakuan dari Menteri Pertanian Suswono telah memberikan rekomendasi agar importir swasta diperbolehkan untuk membeli beras premium untuk kebutuhan tertentu dari Vietnam.
Berdasarkan rekomendasi itu, Kementerian Perdagangan kemudian menerbitkan Surat Persetujuan Impor (SPI) untuk 58 importir terdaftar. Namun, berdasarkan temuan di lapangan, ternyata, beras impor yang masuk memiliki spesifikasi yang tidak sesuai dengan izin.
"Berarti di cek ini importirnya, harus diperiksa," jelas Hatta di kantornya, Jakarta, Rabu (29/1).
Dia melanjutkan, kasus impor beras Vietnam tersebut harus diselesaikan dengan tuntas. Dia menebar ancaman kepada pihak yang mempermainkan kebijakan pemerintah.
"Saya minta kepada menteri pertanian dan dirjen bea dan cukai agar ini diselidiki,"tegasnya.
Sebagai informasi, Ditjen Bea dan Cukai Kemenkeu mencatat telah terjadi importasi beras sebanyak 83 kali dengan total 19.600 ton. itu dilakukan oleh 58 importir terdaftar yang menerima SPI kemendag.
Beras Vietnam yang diimpor tersebut memiliki spesifikasi medium. Jenis beras yang hanya boleh diimpor oleh Perum Bulog.
Baca juga:
Impor beras ilegal, Gita mengaku selidiki keterlibatan anak buah
Kemendag juga salahkan Kemenkeu soal impor beras diam-diam
Bos Bulog siap digantung di Monas jika terlibat impor beras
5 Kejanggalan impor beras diam-diam dari Vietnam
Gita: Isu impor beras Vietnam berasal dari pedagang Cipinang