Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Impor beras ilegal, Gita mengaku selidiki keterlibatan anak buah

Impor beras ilegal, Gita mengaku selidiki keterlibatan anak buah Beras impor. Merdeka.com /Arie Basuki

Merdeka.com - Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengaku menyelidiki keterlibatan anak buahnya dalam impor beras medium ilegal asal Vietnam. Itu bersamaan dengan penyelidikan yang dilakukan terhadap importir.

"Tunggu deh kita sedang dalami ya. Ini kan keluhan pedagang dan kita sudah keluarkan komitmen beberapa kali," ucap Gita di DPR-RI, Jakarta, Rabu (29/1).

Terkait importir, Gita kembali menegaskan bakal menjatuhkan sanksi jika ketahuan melanggar izin impor beras. Berdasarkan aturan impor beras, swasta hanya diperbolehkan membeli beras premium untuk kebutuhan khusus, semisal, kesehatan.

"Kalau ketahuan ini izinnya kita cabut. Insya allah doakan saja. Kita akan kasih klarifikasi juga. Pokoknya kita telusuri, ada pelanggaran kita cabut," tegasnya.

Kabarnya, kode klasifikasi produk atau harmonized system (HS) antara beras premium yang semestinya diimpor dan beras medium yang kenyataannya dibeli importir memiliki kemiripan. Sekedar informasi, beras medium hanya boleh diimpor oleh Bulog memiliki kode HS 1006.30.99.00.

Pengadaan beras ini ditujukan untuk kepentingan stabilisasi harga, penanggulangan keadaan darurat, masyarakat miskin, dan kerawanan pangan. Bulog mengaku tidak pernah impor bulog sejak tahun lalu.

Di sisi lain, Ditjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan mencatat telah terjadi importasi beras medium sebanyak 83 kali dengan total 19.600 ton. itu dilakukan oleh 58 importir terdaftar yang menerima Surat Persetujuan Impor (SPI) kemendag.

Timbul dugaan bahwa telah terjadi praktik penyelewengan izin impor oleh importir. Lebih jauh, pedagang beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PBIC) Billy Haryanto menduga ada keterlibatan pejabat Kementerian Perdagangan dalam urusan impor ilegal tersebut.

Soalnya, dia mengaku melihat sendiri 15 ribu ton beras Vietnam mengalir masuk ke Indonesia. Importir yang mendatangkannya memiliki surat izin berkop Ditjen Perdagangan Luar Kementerian Perdagangan.

Hal tersebut sudah diungkapkan Billy kepada Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi di tengah-tengah inspeksi sejumlah menteri di PIBC, Pekan lalu.

Menurut Billy, praktik penyalahgunaan izin impor beras ini selalu terjadi setiap tahun.Keberadaan beras Vietnam yang dibeli murah menghancurkan harga beras lokal di pasaran.

(mdk/yud)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP