LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

IMF Prediksi Ekonomi China dan AS Tumbuh Positif Tahun Ini

Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksikan ekonomi China akan tumbuh 8,1 persen pada 2021, dan 5,6 persen pada 2022. Hal ini diungkapkan dalam laporan terbaru World Economic Outlook (WEO).

2021-01-28 09:24:37
Pertumbuhan Ekonomi
Advertisement

Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksikan ekonomi China akan tumbuh 8,1 persen pada 2021, dan 5,6 persen pada 2022. Hal ini diungkapkan dalam laporan terbaru World Economic Outlook (WEO).

Dikutip dari Global Times, IMF menaikkan perkiraan pertumbuhan ekonomi China pada 2020 dari sebelumnya 1,9 persen yang dibuat pada Oktober lalu menjadi 2,3 persen. Basis ekonomi yang lebih tinggi itu menyeret perkiraan pertumbuhan ekonomi China turun pada tahun ini dari 8,2 persen menjadi 8,1 persen.

Kendati demikian, China masih memimpin pertumbuhan di antara negara-negara besar dunia. Negeri Tirai Bambu adalah yang pertama kembali ke tingkat perkiraan pertumbuhan sebelum pandemi pada kuartal IV 2020.

Advertisement

Sementara itu, IMF juga memprediksi pertumbuhan pada 2021 untuk Amerika Serikat (AS) sebesar 5,1 persen, Uni Eropa 4,2 persen, Jepang 3,1 persen, Inggris 4,5 persen, dan 4,3 persen untuk semua negara maju.

IMF mengatakan, aktivitas global akan tetap jauh di bawah proyeksi WEO sebelum Covid-19 pada Januari 2020. Pemulihan ekonomi akan berbeda-beda. IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi global sebesar 5,5 persen pada 2021 dan 4,2 persen pada 2022.

Menurut IMF, perbedaan yang cukup besar diprediksi antara China dan ekonomi lain khususnya pasar negara berkembang. Langkah-langkah penahanan yang efektif, respons investasi publik yang kuat, dan dukungan likuiditas bank sentral telah memfasilitasi pemulihan China.

Advertisement

Sejalan dengan pemulihan aktivitas global, volume perdagangan global diprediksi tumbuh 8,1 persen pada 2021, sebelum turun menjadi 6,3 persen pada 2022. Perdagangan jasa diprediksi akan pulih lebih lambat daripada volume barang, yang sejalan dengan lemahnya pariwisata lintas batas dan perjalanan bisnis sampai transmisi menurun

IMF menyimpulkan bahwa kerja sama multilateral yang kuat diperlukan untuk mengendalikan pandemi di dunia.

Reporter: Andina Librianty

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Data BI: Neraca Pembayaran Indonesia Membaik di Semester II-2020
Sektor Pertambangan Topang Ekonomi Kawasan Timur Indonesia Selama Pandemi
Vaksinasi Dimulai, Menko Airlangga Optimistis Pertumbuhan 2021 Bisa 5,5 Persen
BI: Pelonggaran PSBB Berdampak Pada Perbaikan Ekonomi di Semester II-2020
Sri Mulyani Sebut Pandemi Bikin Asumsi Dasar Ekonomi 2020 Meleset dari Target
BI: Ekonomi Daerah di 2020 Lumpuh Akibat Penerapan Kebijakan PSBB

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.