Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sri Mulyani Sebut Pandemi Bikin Asumsi Dasar Ekonomi 2020 Meleset dari Target

Sri Mulyani Sebut Pandemi Bikin Asumsi Dasar Ekonomi 2020 Meleset dari Target Menkeu Sri Mulyani. ©Biro KLI Kemenkeu

Merdeka.com - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menyadari, pandemi Covid-19 membuat pelaksanaan APBN Tahun 2020 penuh dengan tantangan. Kehadiran virus asal China itu mematahkan hampir seluruh asumsi ekonomi yang dibuat oleh pemerintah.

"Tahun 2020 dari pelaksanaan APBN telah terlihat pada sisi asumsi dasar deviasi yang terjadi akibat terjadinya syok yang sangat besar di dalam perekonomian," kata dia dalam rapat kerja bersama dengan Komisi XI DPR RI, Rabu (27/9).

Dia menyebut, pertumbuhan ekonomi yang awalnya diasumsikan sebesar 5,3 persen pada APBN 2020 harus terkoreksi ke bawah. Pemerintah perkirakan realisasi pertumbuhan ekonomi domestik minus 1,7 persen sampai dengan minus 2,2 persen.

"Sementara di basis Perpres 72/2020 kita menggunakan pertumbuhan ekonomi pada 0,5 persen," imbuh dia.

Sementara untuk inflasi, yang awalnya di dalam APBN 2020 sebesar 3,1 persen juga harus ikut terkoreski. Pemerintah memperkirakan realisasi inflasi di bawah 2 persen atau bahkan hanya di 1,68 persen selama 2020.

Sedangkan suku bunga 3 bulan yang awalnya di dalam APBN 5,4 persen, dalam Perpres 72/2020 turun menjadi 4,5 persen. Sementara realisasinya sendiri mencapai 3,19 persen. "Ini Bank Indonesia banyak melakukan intervensi untuk menurunkan suku bunga melalui baik likuiditas maupun penurunan suku bunganya," jelas dia.

sri mulyani sebut pandemi bikin asumsi dasar ekonomi 2020 meleset dari targetRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Bendahara Negara itu menambahkan, untuk asumsi nilai tukar Rupiah meskipun sempat mengalami gejolak di Rp16.000 per USD pada saat pengumuman pandemi, secara year-to-date mencapai di Rp14.577 per USD. "Ini lebih kuat daripada asumsi Perpres Rp15.300 dan di APBN awal Rp14.400, kata dia.

"Press 72 dibuat pada saat gejolak sektor keuangan yang tadi kami jelaskan maka terlihat di sini nilai tukarnya di asumsikan pada level di atas Rp15.000," sambung dia.

Untuk harga minyak mentah dari yang di asumsikan pada APBN awal USD 63 per barel, kini realisasi sementara adalah USD 40 per barel. "ini terlihat terutama pada kuartal terakhir di mana harga minyak mulai merangkak di atas angka 40," jelas dia.

Selanjutnya untuk lifting minyak realisasinya berada di 705 ribu barel per hari atau sama dengan Perpres 72/2020. Dan lifting gas berada di posisi 983 ribu per barel atau di bawah asumsi Perpres 72/2020 992 dan juga di bawah APBN awal sebesar 1,91 juta ribu barel per hari.

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP