Imbas ekonomi global, pertumbuhan properti di Indonesia stagnan
Head of Research Jones Lang LaSalle (JLL), James Taylor mengatakan selama semester I (Januari-Juni) 2016 pasar properti di Indonesia tidak mengalami kenaikan yang signifikan. Menurutnya, pertumbuhan properti yang stagnan merupakan imbas dari lemahnya ekonomi global.
Head of Research Jones Lang LaSalle (JLL), James Taylor mengatakan selama semester I (Januari-Juni) 2016 pasar properti di Indonesia tidak mengalami kenaikan yang signifikan.
Menurutnya, pertumbuhan properti yang stagnan merupakan imbas dari lemahnya ekonomi global. Akibatnya, jumlah pasokan dan tingkat hunian tersedia dalam jumlah yang minim.
"Terdapat penurunan harga dan tingkat hunian di pasar perkantoran, tingkat serapan dan permintaan mulai mengindikasikan adanya peningkatan walaupun belum signifikan," ujar James di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (5/10).
Head of Advisory JLL, Vivin Harsanto menambahkan, para pengembang maupun konsumen terlihat lebih aktif dibandingkan triwulan sebelumnya. Saat ini, para pelaku bisnis properti selalu muncul dengan strategi baru, mengingat persaingan di berbagai sektor akan semakin kompetitif.
"Fenomena itu mampu membawa sentimen positif terhadap bisnis properti secara keseluruhan," ungkapnya.
Baca juga:
Konsultan: Pasokan perkantoran berlebih tapi permintaan berkurang
Dunia butuh satu miliar rumah baru di 2025
Apartemen mewah di kawasan TB Simatupang laris manis
Perusahaan properti asal Jepang bangun apartemen di Lippo Cikarang
Orang terkaya China khawatirkan kenaikan tak wajar di pasar properti
Hillary Clinton ternyata punya 'Rumah Putih' seharga 15 miliar
Rumah hutan di Jepang ini lebih mungil daripada rumah Hobbit