Imbas Corona, Pertumbuhan Kredit 2020 Diperkirakan Hanya Tumbuh 1,5 Persen
Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro memprediksi pertumbuhan kredit diperkirakan hanya mencapai 1,5 persen dibandingkan tahun lalu. Sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) dapat tumbuh sebesar 8,3 persen, seiring makin banyaknya penabung dengan nominal besar.
Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro memprediksi pertumbuhan kredit diperkirakan hanya mencapai 1,5 persen dibandingkan tahun lalu. Sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) dapat tumbuh sebesar 8,3 persen, seiring makin banyaknya penabung dengan nominal besar.
"Dengan pertumbuhan DPK yang tinggi tersebut maka kondisi likuiditas akan relatif tinggi pada tahun ini. Di sisi lain NPL memang akan mengalami peningkatan antara 3,5 persen sampai 4 persen, namun peningkatan ini dapat diredam karena stimulus Pemerintah dan OJK," kata Andry dalam media briefing, Kamis (24/9).
Dia menjelaskan, kondisi perbankan Indonesia masih relatif kuat di tengah pandemi. Hal ini ditopang oleh berbagai stimulus yang diberikan pemerintah untuk menjaga likuiditas perbankan. Di mana upaya ini sebagai respon dari melambatnya permintaan kredit imbas pandemi covid-19.
"Berbagai stimulus yang diluncurkan oleh Pemerintah dan Otoritas Moneter mampu menjaga kondisi likuiditas dan kualitas aset perbankan. Sektor perbankan memang mengalami perlambatan pertumbuhan kredit karena permintaan kredit yang jauh berkurang di masa pandemi," imbuhnya.
Sebelumnya, Hasil Assesmen Sektor Jasa Keuangan di perbankan menunjukkan terjadi pertumbuhan kredit pada bulan Juli 2020 sebesar 1,53 persen. Angka ini naik dibandingkan bulan Juni 2020 yang hanya tumbuh 1,49 persen.
"Di sisi perbankan fungsi intermediasinya masih berjalan, dari pertumbuhan kredit sampai juli positif 1,53 persen," kata Staf Ahli OJK, Ryan Kiryanto dalam Live Streaming Keterangan Pers OJK bertajuk 'Stabilitas Sistem Keuangan dan Pengawasan Terintegrasi OJK' di akun YouTube Jasa Keuangan, Jakarta, Rabu (2/8).
Ryan menilai, kondisi ini menggembirakan karena terjadi di tengah pandemi Covid-19. Sebab dibandingkan dengan tahun lalu dalam kondisi normal, angka pertumbuhan kredit tidak seperti yang terjadi di tahun 2020 ini.
"Ini menggembirakan karena pertumbuhan masih positif dan lebih baik dari tahun lalu, ini lebih membanggakan," kata Ryan.
Reporter: Pipit Ika Ramadhani
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Restrukturisasi Kredit Properti Lambat, Cashflow Pengembang Mulai Terganggu
Per Agustus 2020, Bank Mandiri Salurkan Kredit UMKM Capai Rp 81,3 Triliun
Pulihkan Ekonomi Akibat Pandemi, BI Diminta Turunkan Suku Bunga Acuan Jadi 1 Persen
Hingga 9 September, Bank Wakaf Mikro Salurkan Pinjaman Rp48,08 Miliar
Simak Cara Dapatkan Kredit Mikro Bank Mandiri Hingga Rp 5 Juta Lewat Digipos
Bank Mandiri Target Salurkan Kredit Mikro Rp 250 M Lewat Aplikasi Digipos