Imbal hasil Sukuk 010 lebih rendah dari seri sebelumnya, ini penjelasan Kemenkeu
Pemerintah resmi membuka penawaran Sukuk Negara Ritel seri SR-010 kepada masyarakat, dengan tingkat kupon atau imbal hasil 5,9 persen. Imbal hasil Sukri ini lebih rendah dibanding dengan SR 009 yaitu 6,9 persen. Pemerintah juga tidak memasang target indikatif SR-010 ini.
Pemerintah resmi membuka penawaran Sukuk Negara Ritel seri SR-010 kepada masyarakat, dengan tingkat kupon atau imbal hasil 5,9 persen. Imbal hasil Sukri ini lebih rendah dibanding dengan SR 009 yaitu 6,9 persen.
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Luky Alfirman, mengatakan rendahnya imbal hasil ini karena melihat kondisi pasar Indonesia.
"Kita patokannya adalah salah satunya adalah yang ada sekian dari market. Kita memperhatikan juga misalnya pembiayaan lain dan investasi lain itu jadi pertimbangan kami," kata di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI),Jakarta, Jumat (23/2).
Di sisi lain pemerintah juga tidak memasang target indikatif pada penawaran Sukuk Negara Ritel (Sukri) seri SR-010 ini, berbeda dengan tahun sebelumnya yang menargetkan sebesar Rp 20 triliun.
"Kalau soal target kita tidak memasang target tergantung dari demand. Tadi kan masa penawaran kita kurang lebih mulai dari awal 3 minggu, nanti settlemennya sampai 4 minggu. Nanti bisa diliat dalam waktu 3-4 minggu tadi kan gerakannya seperti apa bisa keliatan, termasuk nilai investasinya sendiri seperti apa," ujarnya.
Sebelumnya, Sukri ini, bukan hanya untuk investor besar dan korporasi tapi juga seluruh masyarakat Indonesia agar ikut berpartisipasi membangun negara, termasuk pembangunan infrastruktur.
Masa penawaran Sukri ini dimulai tanggal 23 Februari sampai 16 Maret 2018. Sukuk Negara Ritel seri SR-010 ini diterbitkan dengan akad ijarah atau sewa.
Sukuk Negara Ritel seri SR-010 ini dapat diperdagangkan di pasar sekunder (tradeable) setelah satu periode kupon. Pembayaran imbalan atau kupon pertama dilakukan pada 10 April 2018.
Baca juga:
Pemerintah tawarkan Sukuk Ritel-010 dengan bunga 5,9 persen bertenor 3 tahun
Dari surat utang hingga pembangkit listrik, Indonesia jadi yang terbesar di dunia
Per hari ini, aset Indonesia tercatat bernilai Rp 4.779 triliun
Tambah modal, PT Timah terbitkan surat utang Rp 1,5 triliun
Ini proyek infrastruktur Jokowi yang akan dibiayai dari dana haji
Sejak 2010, Rp 35 T dana haji sudah dipakai beli surat utang negara
Indonesia penerbit Sukuk Dolar terbesar dunia