IHSG masih terkena tekanan jual
IHSG hari ini berada pada kisaran support 4.018-4.032 dan resistance 4.056-4.074.
Ketidakjelasan arah politik Yunani masih memperpanjang ketidakpastian pasar pada perdagangan efek. Hal ini juga berimbas kepada perdagangan saham di Indonesia.
Analis dari Indosurya Asset Management, Reza Priyambada mengatakan bahwa sentimen negatif Yunani akan mewarnai perdagangan pada Rabu (16/5). Meski begitu, rilis data ekonomi dari negara besar diharapkan masih bisa menjadi penyeimbang penurunan pasar.
Untuk itu, dia memperkirakan pergerakan IHSG hari ini berada pada kisaran support 4.018-4.032 dan resistance 4.056-4.074.
"Diharapkan technical rebound akan terjadi menjelang libur panjang nanti," kata dia.
Seperti yang telah diketahui, Yunani masih belum menemukan jalan tengah untuk membentuk pemerintahan negara para filsuf tersebut. Sementara sentimen lain, yaitu penurunan peringkat utang dan deposito di 26 bank di Italia oleh Moody's juga akan mengganggu perdagangan hari ini.
Meski begitu, Reza mengatakan, terdapat beberapa saham yang patut dicermati. Yaitu Bank BNI (BBNI), Telkom (TLKM), Surya Semesta Internusa (SSIA), Ciputra Development (CTRA), dan Bhakti Investama (BHIT).
Perdagangan hari ini adalah aktivitas jual beli efek sebelum libur panjang dilakukan pada Kamis (17/5) hingga Minggu (20/5) nanti.
Pada perdagangan Selasa (15/5), IHSG ditutup dengan pelemahan tipis dengan aksi beli di detik-detik terakhir penutupan. IHSG ditutup dengan pelemahan 7,42 poin atau 0,18 persen menjadi 4.045,64.
(mdk/rin)