LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

IHSG Diprediksi Menguat, Saham Perusahaan Ini Bisa Jadi Pilihan

"Secara teknikal IHSG bergerak rebound di level lower bollinger bands dan berpotensi menguji resistance moving average sebagai konfirmasi penguatan lanjutan."

2020-05-20 07:00:00
IHSG
Advertisement

Analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan mengalami penguatan dalam perdagangan hari ini, Rabu (20/5). IHSG akan support resistance pada level 4500 hingga 4660.

"Kami perkirakan IHSG kembali menguat dengan support resistance 4500-4660," ujar Lanjar melalui keterangannya, Jakarta, Rabu (20/5).

Adapun beberapa saham-saham yang dapat dicermati yakni AALI, AKRA, BBNI, BBRI, BMRI, JPFA, TPIA, WIKA. "Secara teknikal IHSG bergerak rebound di level lower bollinger bands dan berpotensi menguji resistance moving average sebagai konfirmasi penguatan lanjutan," jelasnya.

Advertisement

Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup menguat menguat 37,60 poin ke level 4548.66 dengan sektor properti dan keuangan memimpin penguatan. Adapun faktor yang mempengaruhi adalah skema pemerintah dalam hal penempatan dana pemerintah di bank jangkar atau anchor bank yang akan segera diumumkan.

"Skema tersebut bertujuan untuk mendukung langkah-langkah restrukturisasi kredit UMKM," jelas Lanjar.

Advertisement

Faktor Lain

Sementara itu, faktor lain Bank Indonesia menahan tingkat suku bunga pada Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia di level 4,5 persen serta menyatakan terus melanjutkan intervensi pasar untuk menjaga Rupiah dan melihat neraca transaksi berjalan akan berada di bawah 2 persen dari GDP.

"Aksi jual investor asing terlihat sangat besar di mana terjadi jual saham TBIG pada pasar nego sebesar Rp1,4 triliun oleh Credit Suise," jelasnya.

Dari sisi eksternal, Bursa Eropa bergerak melemah diawal sesi perdagangan. Indeks Eurostoxx (-0.47%), FTSE (-0.29%) dan DAX (-0.43%) turun meskipun indeks berjangka AS dan bursa saham Asia naik lebih tinggi karena suasana risk on yang dimulai minggu ini setelah tanda-tanda pelonggaran di sejumlah negara belahan dunia terhadap pandemi dan harga minyak naik untuk sesi keempat berturut-turut.

"Jerman dan Prancis telah mendukung dana pemulihan ekonomi Uni Eropa sebesar USD 546 Miliar. Pondsterling menguat setelah AS mengumumkan rencana pemotongan tarif USD 37 Miliar setelah brexit," tandasnya.

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.