Hubungan diplomatik Indonesia-Israel, Kadin memilih netral
"Kami ikut aturan pemerintah saja lah."
Kamar Dagang dan Industri atau Kadin memilih netral terkait wacana pembukaan hubungan diplomatik antara Indonesia dan Israel. Sebab, tanpa itupun, kerja sama antara pebisnis kedua negara sudah terjalin.
"Kami ikut aturan pemerintah saja lah. Kalau pemerintah membolehkan ya ayok. Kalau pemerintah bilang nggak, ya jangan," Kata Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P. Roeslani, Jakarta, Rabu (30/3).
Rosan melanjutkan, hubungan antara pebisnis kedua negara sudah terjalin melalui pihak ketiga. Meskipun, dia mengakui tak memegang data pasti.
"Sebetulnya negara kita belum ada hubungan dengan Israel, diplomasi dan segala macam. Tapi perdagangan kita dengan Israel, mereka juga melalui Singapura, mereka juga ada ya dengan pihak ketiga," katanya.
Rosan juga mengaku tak tahu mengenai potensi perdagangan Indonesia dan Israel.
"Ya selama ini kami nggak punya data jadi susah bicara. Saya bicara kalau ada data."
Baca juga:
DPR sebut Israel incar pasar ekspor di Asia termasuk Indonesia
Mau berbisnis, DPR tegaskan Israel harus turuti kemauan politik RI
INDEF soal tawaran Israel: Kita tidak bisa berbisnis dengan penjajah
Bos BTN setuju Indonesia-Israel buka hubungan diplomatik
Emirsyah Satar: Sudah ada perusahaan Israel jalin hubungan dengan RI