LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Holding BUMN energi bakal ciptakan infrastruktur gas terintegrasi

Nantinya, saham pemerintah di PGN sebesar 56,96 persen akan dialihkan ke Pertamina.

2016-05-17 19:21:31
Gas Bumi
Advertisement

Penggabungan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) ke dalam PT Pertamina (Persero) yang menjadi holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) energi dinilai akan mendorong sektor industri makin berkembang pesat karena akan mendapat pasokan gas yang lebih mudah dan murah.

Pengamat energi dari Universitas Indonesia Berly Martawardaya, mengatakan penggabungan PGN ke Pertamina akan melahirkan sinergi dan terpangkasnya biaya-biaya di jaringan pipa gas di berbagai provinsi. "Jadi distribusi gas bisa lebih mudah dan harga yang lebih murah, sehingga mendorong industrialisasi," ujar Berly di Jakarta, Selasa (17/5).

Menurut Berly, mekanisme penggabungan PGN menjadi anak usaha Pertamina sudah benar. Selain karena Pertamina 100 persen sahamnya dikuasai negara, cakupan bisnis dan aset perusahaannya juga lebih besar.

Advertisement

"PGN jadi anak perusahaan Pertamina. Anak perusahaan boleh sahamnya sebagian dimiliki pihak lain," kata dia.

Kementerian BUMN telah memutuskan menggabungkan PGN ke Pertamina. Nantinya, saham pemerintah di PGN sebesar 56,96 persen akan dialihkan ke Pertamina. Saat ini, saham publik di PGN sebesar 43,04 persen.

Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro, mengatakan Pertamina melihat dari semua sisi pembentukan holding BUMN energi akan memberikan efek positif bagi semua stakeholder yang terlibat. Selain itu, karena menyangkut kepentingan nasional, masyarakat juga yang akan diuntungkan.

Advertisement

"Infrastruktur gas akan lebih terintegrasi, baik pipa transmisi atau distribusi, dan efisiensi terjadi sehingga harga gas akan turun," kata Wianda.

Pertamina merupakan BUMN terbesar di Indonesia dengan total aset pada akhir 2015 sebesar USD 45,5 miliar. Pertamina dinilai telah berinvestasi cukup signifikan dalam pembangunan pipa transmisi demi menjamin monetisasi cadangan hulu dan optimasi produksi gas nasional.

Di hulu (upstream), perseroan mengoperasikan sejumlah ladang gas dengan produksi rata-rata sekitar 1.900 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). Bahkan, Pertamina pada 2018 akan menjadi operator sekaligus pemegang hak partisipasi terbesar di blok gas terbesar di Indonesia, Blok Mahakam, Kalimantan Timur.

Pertamina bersama mitra dari dalam dan luar negeri juga mengoperasikan Donggi Senoro LNG Plant yang memproduksi LNG. DSLNG tercatat mendapat pasokan gas alam dari PT Pertamina EP area Matindok, JoB PHE-Medco Tomori Sulawesi. Melalui PT Badak NGL, Pertamina juga mengoperasikan LNG Plant yang memproduksi LNG dan ekses LPG di Bontang, Kalimantan Timur.

Sementara itu untuk midstream, Pertamina memiliki dan mengoperasikan kilang penerima LNG melalui anak usahanya, PT Nusantara Regas, perusahaan hasil sinergi Pertamina dan PGN saat ini. Pertamina juga telah mengoperasikan fasilitas Terminal Penerima, Hub, dan Regasifikasi LNG di Arun melalui afiliasi PT Perta Arun Gas.

Baca juga:
Bank Mandiri gelontorkan Rp 74,6 T kredit UMKM hingga April 2016
Raup laba 2015 Rp 4,52 T, Semen Indonesia sebar dividen Rp 1,81 T
Beban daya listrik Jawa-Bali capai rekor tertinggi
Menteri Rini pelajari sanksi bos PGN terduga korupsi FSRU Lampung
Akhir Mei, FSRU Lampung serap kargo LNG ketiga dari Tangguh
ESDM dan SKK Migas diminta tegas pada kontraktor Blok Masela

(mdk/sau)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.