Hingga Awal Juni, Penyerapan Anggaran Bappenas Capai Rp27,26 Persen
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa mencatat, penyerapan anggaran di lingkungan kementeriannya baru mencapai 27,26 persen hingga 4 Juni 2021. Adapun pagu anggaran yang diberikan pada tahun ini mencapai sebesar Rp1.39 triliun.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa mencatat, penyerapan anggaran di lingkungan kementeriannya baru mencapai 27,26 persen hingga 4 Juni 2021. Adapun pagu anggaran yang diberikan pada tahun ini mencapai sebesar Rp1.39 triliun.
"Progres penyerapan anggaran pada tahun 2021 itu hari ini telah mencapai 27,26 persen dari rencana," katanya dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XI DPR RI, Jakarta, Rabu (9/6).
Suharso mengatakan masih ada beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan pada Mei 2021, namun belum dipertanggungjawabkan, sehingga belum masuk perhitungan realisasi tersebut. Beberapa kegiatan itu di antaranya adalah penyelenggaraan rangkaian musrembang dan kunjungan kerja ke beberapa daerah.
"Dan beberapa kegiatan masih dalam proses lelang seperti antara lain penyusunan rencana aksi cluster ekonomi superhub IKN, kajian model dinamis perencanaan untuk mendukung infrastruktur prioritas nasional, pengadaan vitamin, pengadaan laptop untuk mendukung penerapan integritas digital," jelasnya.
Sebagai informasi saja, anggaran yang diusulkan Bappenas pada 2021 mencapai sebesar Rp1,7 triliun dan telah disetujui oleh Komisi XI DPR RI pada 2020 lalu. Namun karena kondisi pandemi covid-19 anggaran tersebut mendapat potongan jadi Rp1,39 triliun.
"Pagu anggaran pada 2021 yang semual Rp1,7 triliun setelah pemotongan menjadi Rp1,3 triliun," tandasnya.
Baca juga:
Sri Mulyani: Kelola APBN Ibarat Mengemudi Kapal di Tengah Ombak Besar
Menteri Bahlil Bingung Target Investasi Naik, tapi Anggaran Kementerian Malah Turun
Sri Mulyani Waspadai Fluktuasi Harga Komoditas dan Ekonomi Global di 2022
Sri Mulyani Akui Tak Mudah Capai Target Pendapatan Negara di 2022
DPR Titipkan 6 PR ke Pemerintah untuk Kejar Pendapatan Negara di 2022
Kepala BPS Sebut Indikator Pembangunan Diajukan Pemerintah Sudah Rasional