Hingga 9 September, Bank Wakaf Mikro Salurkan Pinjaman Rp48,08 Miliar
Advisor Bidang Perluasan Market Akses Sektor Jasa Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Achmad Buchori menyatakan, data tersebut tercantum dalam aplikasi BWM yang bisa diakses semua pihak. Digitalisasi BWM memang tengah digencarkan OJK terutama di tengah pandemi.
Bank Wakaf Mikro (BWM) mencatatkan pembiayaan nasabah secara kumulatif senilai Rp48,08 miliar hingga 9 September 2020. Pembiayaan itu telah disalurkan kepada 34,3 ribu nasabah kumulatif. Sedangkan untuk pembiayaan yang masih berjalan (oustanding), BWM telah menyalurkan Rp9,57 miliar kepada 11,72 ribu nasabah.
Advisor Bidang Perluasan Market Akses Sektor Jasa Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Achmad Buchori menyatakan, data tersebut tercantum dalam aplikasi BWM yang bisa diakses semua pihak. Digitalisasi BWM memang tengah digencarkan OJK terutama di tengah pandemi.
"Sekarang jumlah BWM ada 56. Di dalam aplikasi, ada berapa detil-detilnya, berapa jumlahnya, pembiayaannya, saldonya, lokasi, bisa download di Android namanya BWM. Jni bisa kita liat sekarang profil pesantren sekaligus produknya," katanya dalam tayangan virtual, Rabu (9/9).
Achmad menyatakan, ada 3 langkah digitalisasi yang dioptimalkan OJK untuk BWM, yaitu digitalisasi pembiayaan, digitalisasi operasional dan pengembangan marketplace.
Dalam digitalisasi operasional dan pembiayaan, nantinya perkumpulan rutin pengurus dan nasabah tidak perlu dilakukan secara fisik namun dalam platform BWM Halaqoh. Mereka bisa saling berinteraksi di sana. Lalu jika ingin mengajukan pembiayaan bisa melalui aplikasi BWM mobile.
Bisa Lihat Jumlah Pembiayaan
Lewat BWM mobile nasabah bisa juga melihat jumlah pembiayaan yang didapat, riwayat penggunaan bahkan opsi pembayaran produk tertentu seperti tagihan listrik, telepon, pembelian pulsa hingga isi saldo e-wallet.
Sementara untuk pemasaran produk, dikembangkan marketplace BWM BUMDes sekaligus mendukung kemajuan usaha di desa. Nantinya, pembayaran produk yang dibeli di marketplace bisa menggunakan QRIS (QR Indonesia Standard) atau virtual account.
"Nanti kalau 3 digitalisasi ini sudah rampung semua insya Allah bisa dilaunching Oktober nanti atau November," katanya.