LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Hidupkan industri, masyarakat diminta prioritaskan penggunaan batik

"Memakai dan membeli batik Indonesia sama juga turut menghidupkan para pembatik."

2016-05-20 10:00:17
batik
Advertisement

Menteri Perindustrian, Saleh Husin mendorong pemakaian dan konsumsi batik Indonesia. Di setiap kesempatan, masyarakat diminta memprioritaskan penggunaan batik.

"Batik adalah produk budaya Indonesia yang bernilai seni sekaligus ekonomi tinggi. Bagaimana caranya berkontribusi industri batik? Cara yang mudah dan konkret, dengan kita memakai dan membeli batik Indonesia sama juga turut menghidupkan para pembatik skala kecil, menengah hingga besar," kata Saleh dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (19/5).

Sedangkan bagi pelaku usaha, baik yang tengah merintis maupun telah mengembangkan bisnis batik, menjual dan mempromosikan batik juga termasuk cara melestarikan batik.

Advertisement

Menteri Saleh sangat mengapresiasi pelaku usaha dari pembatik hingga desainer yang terus berkarya memproduksi batik sehingga menjadi bagian ekonomi kreatif. Motif-motif tradisional pun giat diangkat dan yang kontemporer juga diciptakan.

"Saya perhatikan, setiap daerah memiliki batik khas masing-masing dan makin ke sini motif dan potongan bajunya semakin menarik. Ini yang membuat anak-anak muda semakin bangga memakai batik," kata dia.

Menurut Saleh, nilai ekonomi batik juga tinggi terlihat dari ekspor batik pada tahun 2015 yang mencapai USD 3,1 miliar atau mencapai hampir Rp 41 triliun. Angka itu tumbuh 6,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pasar ekspor utama batik adalah Jepang, Amerika Serikat, Eropa dan terus meluas.

Advertisement

Apalagi, kata dia, batik Indonesia mendapatkan pengakuan dunia pada tanggal 2 Oktober 2009 oleh UNESCO yang mengukuhkan batik sebagai Intangible Cultural Heritage of Humanity asal Indonesia.

"Saat ini yang perlu kita waspadai adalah persaingan dengan Malaysia, China dan Singapura yang juga telah memproduksi batik. Selain memperkuat produksi dan mengembangkan dari sisi industri, pilihan kita membeli batik Indonesia merupakan langkah konkret dan riil turut memenangi persaingan dengan batik luar negeri," tutup Saleh.

Baca juga:
Ekspor busana muslim RI terus meroket, tembus USD 4,57 M di 2015
Cara sederhana Menteri Saleh promosikan merek produk dalam negeri
Ridwan Kamil sebut warga Malaysia tengah keranjingan produk Bandung
Canggihnya alat pemeras madu otomatis karya mahasiswa UB
Intip pembuatan kreasi unik dari bonggol jagung di Bogor
Intip pembuatan kain khas Suku Banjar
Dapat lisensi, RI bisa ekspor produk kayu ke Uni Eropa

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.