LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Hary Tanoe batal beli antv dari Bakrie

MNC saat ini lebih memilih buyback saham dari akuisisi dalam meningkatkan nilai saham para investor.

2013-09-10 19:05:07
bursa saham
Advertisement

Teka teki aksi Hary Tanoesoedibjo, pemilik MNC Group, melakukan akuisisi stasiun televisi milik Aburizal Bakrie, antv, akhirnya harus anti klimaks. HT panggilan akrab Hary Tanoe mengaku telah membatalkan rencana akuisisi antv.

"Dalam situasi pasar sekarang yang serba tidak pasti, prioritas kami adalah untuk disiplin dan konservatif dalam mengelola keuangan perseroan," ujar HT dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.

HT memandang bahwa cara yang lebih baik sekarang ini untuk meningkatkan nilai bagi para pemegang saham adalah dengan melakukan pembelian kembali saham (shares buyback). Namun HT belum benar-benar melepas rencana akuisisi ini.

Advertisement

"Kami menunggu waktu yang tepat untuk melakukan akuisisi," jelas dia.

Sebelumnya, keluarga Bakrie disebut-sebut akan menjual perusahaan yang terdiri dari stasiun TV berita tvOne, antv dan portal berita VIVA.co.id itu sebesar USD 1,2 miliar (Rp 11,5 triliun) hingga USD 2 miliar.

Awalnya, taipan media Hary Tanoesoedibjo mengakui telah melakukan pembicaraan dengan pihak Bakrie. Hary Tanoe membidik 51 persen saham Bakrie di tubuh VIVA. Alasannya, sebagai sesama pengusaha media, HT ingin membantu Bakrie.

Advertisement

Hary Tanoe dikabarkan telah menawar USD 2 miliar (Rp 19,5 triliun) untuk membeli saham VIVA. Namun, rencana ekspansi bos MNC Grup ini terhenti di tengah jalan. Saat itu, HT menyebut bahwa tvone dan antv batal dijual oleh Bakrie.

Kabar terakhir ialah HT saat ini akan membeli antv terlebih dahulu, baru kemudian tvOne setelah 2014. Namun, kabar ini masih belum jelas.

Tidak hanya Hary Tanoe yang kepincut menguasai VIVA. CT Corps yang berada di bawah kendali Chairul Tanjung (CT) juga terang-terangan menyatakan keinginannya membeli saham perusahaan media milik Aburizal Bakrie tersebut.

Dana yang disiapkan CT disebut-sebut mencapai USD 1,8 miliar untuk membeli saham VIVA. CT Corp saat ini sudah menjadi pengendali beberapa media, diantaranya adalah stasiun Trans 7, Trans TV, dan media online detik.com.

Bahkan, CT menantang keseriusan Bakrie menjual VIVA. Pihak Bakrie menyebut bahwa saham VIVA akan dijual jika ada penawar yang menyiapkan dana selangit.

(mdk/bmo)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.