Harga solar turun, Semen Indonesia hemat biaya operasional
Beban operasional transportasi bisa 15-17 persen, sehingga kami tekan sekitar 1 persen-2 persen."
PT Semen Indonesia mengaku diuntungkan oleh paket kebijakan ekonomi ketiga yang diluncurkan pemerintah. Beban operasional produsen semen itu menurun akibat pemangkasan harga solar dan tarif listrik.
"Beban operasional transportasi bisa 15-17 persen, sehingga kami tekan sekitar 1 persen-2 persen," ujar Direktur Utama Semen Indonesia Suparni saat Launching Lembaga Sertifikasi Profesi Semen Indonesia Group, Jakarta, Selasa (13/10).
Sementara tarif listrik, menurut Suparni, hanya membebani sekitar 9 persen beban operasional perseroan.
Sekedar informasi, pemerintah menurunkan harga solar sebesar Rp 200 per liter menjadi Rp 6.700 per liter. Di luar itu, pemerintah memberikan tiga insentif tarif listrik.
Yaitu, penurunan tarif listrik berdasarkan penyesuaian sebesar 2,6 persen, diskon 30 persen pada pukul 23.00 hingga 08.00. Dan, keringanan bagi perusahaan yang menunggak listrik karena kesulitan cashflow dan rawan pemutusan hubungan kerja.
"Investasi terus berjalan, sekarang ada dua proyek yang berjalan, di Rembang dan Padang akan selesai 2016. Dan kami tidak ada pengurangan karyawan."
Baca juga:
Indef: Masyarakat butuh energi murah, tak peduli dari mana asalnya
BI harap penurunan harga Solar bisa turunkan harga barang
Bukan Solar, masyarakat idamkan harga Premium turun
DPR dituding jadi biang kerok lambannya pembangunan kilang RI
DPR menyayangkan penurunan harga Premium tak masuk paket kebijakan