Harga saham Freeport USD 1,7 miliar, ESDM nilai kemahalan
"Kami sudah kasih surat tanggapan. Bahwa keberatan harganya kemahalan."
Pemerintah menilai harga 10,64 persen saham divestasi PT Freeport sebesar USD 1,7 miliar kelewat mahal. Untuk itu, pemerintah sudah mengirim surat keberatan kepada Freeport.
Demikian diungkapkan Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bambang Gatot Ariyono.
"Kami sudah kasih surat tanggapan. Bahwa keberatan harganya kemahalan," katanya di Kantor, Senin (11/4).
Menurut Bambang, harga tersebut ditetapkan Freeport berdasarkan valuasi aset hingga 2041. Sementara pemerintah berpatokan valuasi aset Freeport hingga 2021.
"Karena parameternya waktu, parameter keekonomian. Kami tidak bisa kasih tau sekarang," katanya
"Rumusannya belum sepakat. artinya belum bulat dari pemerintahnya. Yang udah yang USD 1,7 miliar itu. Kalau pemerintah belum hitung."
Baca juga:
Gubernur Papua: Kami ingin saham Freeport gratis
Pemerintah Jokowi belum putuskan harga divestasi saham Freeport
Menteri Sudirman masih kaji harga layak untuk saham Freeport
Menteri ESDM menilai terlalu dini sebut harga saham Freeport mahal
ESDM khawatir jika pemerintah daerah beli saham Freeport