Harga saham divestasi Freeport kelewat mahal
Menko Rizal heran dengan harga saham Freeport Indonesia yang dinilai kelewat mahal disaat saham perusahaan induk jatuh.
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Rizal Ramli, menegaskan bahwa nilai penawaran divestasi saham PT Freeport Indonesia terlalu mahal. Divestasi saham yang diajukan PT Freeport sebesar 10,64 persen bernilai USD 1,7 miliar atau setara Rp 23 triliun.
"Mesti hati-hati karena harga yang ditawarkan itu kemahalan," ujar Menko Rizal di Hotel Mulia, Jakarta, Jumat (15/1) malam.
Dia menjelaskan jika saat ini harga saham Freeport pusat saja tengah anjlok. Maka seharusnya nilai saham PT Freeport Indonesia juga mengalami penurunan.
"Seperti diketahui harga saham international atau induknya tahun lalu pernah USD 60 per saham lalu turun menjadi USD 30. Kemudian Freeport salah investasi di teluk Meksiko, rugi. Turun lagi ke USD 15. Terus tidak mampu menyelesaikan masalah dengan pemerintah Indonesia harga sahamnya di bawah USD 6," jelas dia.
"Jadi ngapain beli saham dari anak perusahaannya dengan harga super mahal? Pemerintah harus hati-hati, karena harga di perusahaan induknya saja sudah jatuh," pungkasnya.
Baca juga:
Wapres JK: Kalau nilai saham Freeport sejuta, kita langsung beli
Wapres JK: Kita masih kaji nilai divestasi saham Freeport
Menteri Rini belum tahu Freeport tawarkan nilai saham Rp 23 triliun
Serikat pekerja BUMN minta pemerintah hati-hati beli saham Freeport
BUMN belum tentukan harga penawaran saham divestasi Freeport
ESDM: Divestasi 10,64 persen Freeport diperkirakan senilai Rp 23 T
Aksi massa kembali tuntut mundur Rini dan Sudirman di Istana