Harga Pertalite naik, ESDM ingin konsumsi Premium kembali normal
Djoko mengakui, pemerintah memang ingin masyarakat beralih ke Pertalite. Namun, seharunya Pertamina tetap menyediakan Premium sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang ingin kembali beralih ke Premium akibat kenaikan harga.
Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) menginginkan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) Premium kembali normal. Sebab, saat ini terjadi penurunan konsumsi sebesar 50 persen dibanding tahun lalu.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Djoko Siswanto mengatakan, konsumsi Premium Jawa, Madura dan Bali (Jamali sampai 27 Maret 2018) sebesar 774.435 kilo liter (kl), di luar Jamali 1,3 juta kl. Sedangkan 2017 konsumsi Premium Jamali 1,5 juta kl dan di luar Jamali 2 juta kl.
"Jamali 50 persen turunnya, non jamali 35 pesen," kata Djoko, di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (10/4).
Djoko mengatakan, Kementerian ESDM ingin konsumsi Premium kembali normal seperti tahun lalu. Pertamina juga diminta untuk tetap menjaga stok dan tidak terjadi kelangkaan Premium seperti yang terjadi saat ini.
"Justru itu, coba deh kita samakan kaya tahun lalu biar engga ada kelangkaan," ucap Djoko.
Djoko mengakui, pemerintah memang ingin masyarakat beralih ke Pertalite. Namun, seharunya Pertamina tetap menyediakan Premium sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang ingin kembali beralih ke Premium akibat kenaikan harga.
"Kita mau ada konversi ke Pertalite, cuma karena harga minyak dunia naik Pertalite naik, masyarakat mau kembali ke Premium yausdah kita salurkan Premium. Toh stoknya masih ada," tandasnya.
Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Pertamina soal harga BBM diatur pemerintah: Rugi yasudah, wong duit negara
Pertamina rugi Rp 200 per liter saat menjual Pertalite
Pemerintah ubah Premium di Jamali jadi BBM penugasan
Membongkar 4 rencana besar Jokowi atur penyaluran BBM di Tanah Air
Naikkan harga Pertamax Cs harus izin pemerintah, ini respons Pertamina