LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Harga Pangan Mulai Naik, Inflasi November 2020 Diperkirakan Capai 0,18 Persen

Ekonom Bank Permata Josua Pardede memperkirakan terjadi inflasi 0,18 persen MoM atau 1,50 persen YoY, dari bulan sebelumnya yang tercatat deflasi 0,07 persen atau 1,44 persen YoY.

2020-12-01 10:09:49
Inflasi
Advertisement

Ekonom Bank Permata Josua Pardede memperkirakan terjadi inflasi 0,18 persen MoM atau 1,50 persen YoY, dari bulan sebelumnya yang tercatat deflasi 0,07 persen atau 1,44 persen YoY.

"Inflasi bulan November didorong oleh kenaikan inflasi harga bergejolak terindikasi dari tren kenaikan harga dari sebagian besar komoditas pangan," kata Josua kepada Liputan6.com, Selasa (1/12).

Adapun komoditas pangan yang menjadi penyebab adanya inflasi berasal dari komoditas daging ayam yang naik 9,3 persen, daging sapi 0,2 persen, telur ayam 5,1 persen, bawang merah 13,7 persen, bawang putih 6,1 persen, cabai rawit 8,1 persen, dan minyak goreng 1,1 persen.

Advertisement

Kendati begitu, meskipun terdapat beberapa komoditas pangan yang naik, inflasi juga dipengaruhi oleh adanya komoditas yang turun seperti cabai merah -0,1 persen.

Selain itu, Josua menyebutkan laju bulanan inflasi inti pada bulan November diperkirakan menurun sejalan dengan tren penurunan harga emas sebesar -4,54 persen. Namun inflasi inti diperkirakan sebesar 1,78 persen YoY dari bulan sebelumnya 1,74 persen.

"Secara keseluruhan, inflasi hingga akhir tahun ini diperkirakan akan dibawah 2 persen, lebih rendah dari batas bawah target inflasi Bank Indonesia, mempertimbangkan inflasi sisi permintaan yang masih cenderung lemah di tengah pandemi covid-19,' ujarnya.

Advertisement

Adapun target dari Bank Indonesia (BI) terkait inflasi hingga akhir 2020 lebih rendah dari 2 persen atau di bawah sasaran 2-4 persen. "Kami perkirakan inflasi IHK sampai dengan akhir tahun 2020 lebih rendah dari 2 persen, atau di bawah sasaran 3 plus minus 1 persen," kata Gubernur BI, Kamis (22/10).

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Inflasi adalah Kenaikan Harga Barang karena Arus Uang, Ketahui Penyebab dan Jenisnya
Rupiah dan IHSG Ditutup Menguat Terpengaruh Oktober 2020 Alami Inflasi
Harga Beras Premium di Penggilingan Turun Menjadi Rp9.813 per Kg
Kepala BPS: Kenaikan Harga Cabai dan Bawang Merah Karena Faktor Cuaca
Jumlah Kunjungan Wisman ke RI Turun 5,94 Persen di September 2020
Cabai Hingga Bawang Merah Jadi Penyebab Terjadinya Inflasi Oktober 2020

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.