Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kepala BPS: Kenaikan Harga Cabai dan Bawang Merah Karena Faktor Cuaca

Kepala BPS: Kenaikan Harga Cabai dan Bawang Merah Karena Faktor Cuaca Kepala BPS Kecuk Suhariyanto. ©2017 Merdeka.com/Wilfidrus

Merdeka.com - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto menyebut kenaikan harga cabai merah dan bawang merah yang terjadi pada Oktober 2020 disebabkan oleh faktor cuaca. Di mana curah hujan terjadi pada periode itu, mengakibatkan produksi kualitas dan kualitas kedua komoditas tersebut menjadi mahal.

"Kalau kami lihat kenaikan harga cabai merah dan bawang merah lebih karena cuaca yang tidak terlalu berpihak. Jadi di sana curah hujan yang tinggi dampak pada produksi dan kualitas cabai merah hal yang sama juga terjadi pada bawang merah," jelas dia di Kantor BPS, Jakarta Pusat, Senin (2/11).

Dia memperkirakan, dalam sisa waktu dua bulan yakni November dan Desember beberapa harga komoditas juga diperkirakan masih akan mengalami lonjakan. Selain faktor cuaca, kenaikan lainnya terjadi karena Desember akan memasuki persiapan natal dan tahun baru.

"Tapi kemarin kami berikan catatan bahwa peningkatan curah hujan dari Oktober-Desember lebih tinggi dari biasanya karena dampak lainnya," kata dia.

Sementara itu, terkait dengan beras, BPS memastikan sampai akhir tahun masih cukup aman. Hanya saja, untuk sayur-sayuran jika tidak berhati-hati bisa mengalami fluktuasi harga yang terjadi pada bulan ini seperti pada cabai merah dan bawang merah.

Inflasi Oktober 2020

2020Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Sebelumnya, BPS mencatat selama Oktober 2020 terjadi inflasi sebesar 0,07 persen. Inflasi tersebut terjadi karena ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga. Di antaranya adalah cabai merah, bawang merah, dan minyak goreng.

"Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi adalah cabai merah, berikan andil inflasi 0,09 persen. Kemudian disusul bawang merah andil 0,02 persen. minyak goreng 0,09 persen," kata dia, di Kantor BPS, Jakarta Pusat, Selasa (2/11).

Dia mengatakan, untuk cabai merah, kenaikan ini terjadi di 82 kota IHK. Di mana kenaikan tertinggi di Bulukumba sebesar 85 persen, Padang, Sidempuan dan Tegal masing-masing 76 persen. Sementara untuk bawang merah kenaikan harga terjadi di 70 kota IHK, tertinggi di Lhokseumawe 33 persen.

"Itu yang sebabkan kelompok pengeluaran berikan andil 0,07 persen," imbuh dia.

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP