Harga Minyak Turun di Bawah USD70 per Barel, Terendah dalam Sebulan
Harga minyak mentah dunia turun di bawah USD 70 per barel pada penuturan perdagangan di hari Selasa (30/5) kemarin. Penurunan harga minyak ini imbas kekhawatiran tentang apakah kesepakatan plafon utang Pemerintah Amerika Serikat (AS) akan disetujui Kongres.
Harga minyak mentah dunia turun di bawah USD 70 per barel pada penuturan perdagangan di hari Selasa (30/5) kemarin. Penurunan harga minyak ini imbas kekhawatiran tentang apakah kesepakatan plafon utang Pemerintah Amerika Serikat (AS) akan disetujui Kongres.
"Minyak mentah merosot 4,4 persen menjadi ditutup pada USD 69,46 per barel, harga penyelesaian terendah dalam hampir empat minggu," tulis CNN.com dikutip di Jakarta, Rabu (31/5).
Dengan penyesuaian ini, rata-rata nasional untuk satu galon bensin bisa turun sekitar USD 1 dari tahun lalu. Ahli pasar minyak menyalahkan penurunan Selasa sebagian karena kekhawatiran tentang apakah kaum konservatif di DPR akan mencoba memblokir kesepakatan bipartisan untuk menaikkan plafon utang yang dibuat selama akhir pekan oleh Presiden Joe Biden dan Ketua DPR Kevin McCarthy.
"Ini bukan layup bahwa kesepakatan utang akan diselesaikan. Itu menakuti pasar, tidak diragukan lagi," kata Wakil Presiden Energi Berjangka di Mizuho Securities, Robert Yawger.
Kepala Analisis Perminyakan di GasBuddy, Patrick De Haan, juga menyalakan isu mengenai drama Pemerintah AS dan Kongres terkait perjanjian plafon utang. Menurutnya, risiko kegagalan menaikkan batas pinjaman memicu resesi yang mendalam ikut membatasi permintaan minyak.
Minyak mentah Brent, patokan dunia, turun lebih dari 4 persen dalam beberapa waktu terakhir. Harga minyak ini tergelincir jatuh di bawah USD74 per barel.
Sementara itu, ada pertanyaan baru tentang hubungan antara pemimpin OPEC Arab Saudi dan Rusia menjelang pertemuan produsen minyak akhir pekan ini di Wina.
Diketahui, Menteri Keuangan AS Janet Yellen telah memperingatkan pemerintah tidak akan memiliki cukup dana untuk memenuhi semua kewajiban negara jika Kongres tidak membahas plafon utang pada 5 Juni.
Baca juga:
Sudan Selatan, Negara Kaya Minyak tapi Rakyatnya Sangat Miskin
Runtuhnya Silicon Valley Bank Picu Kekhawatiran Krisis, Harga Minyak Langsung Anjlok
Harga Sembako di Bandung Terpantau Naik Jelang Ramadan, Ini Daftarnya
Pasokan Minyak Dunia Diprediksi Naik Hingga 2 Tahun ke Depan
Harga BBM Berpotensi Turun dalam Waktu Dekat
Strategi PHE Penuhi Kebutuhan Minyak di Indonesia yang Masih Tinggi di 2050