Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Harga Sembako di Bandung Terpantau Naik Jelang Ramadan, Ini Daftarnya

Harga Sembako di Bandung Terpantau Naik Jelang Ramadan, Ini Daftarnya cabai di pasar tradisional. ©2020 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Satu bulan menjelang bulan suci Ramadan harga sejumlah kebutuhan pokok terpantau naik di pasar tradisional Kota Bandung, Jawa Barat. Tiga pasar yang mengalami lonjakan harga adalah Kosambi, Kiaracondong dan Astana Anyar.

Reni, selaku pedagang di Pasar Kosambi mengeluhkan tingginya harga bahan pokok karena menyulitkan penjualan. Beberapa komoditas yang harganya berubah yakni bawah merah, kentang dan cabai rawit.

“Apalagi menjelang puasa, harganya masih belum stabil.” kata Reni, salah seorang pedagang di Pasar Kosambi, Kota Bandung, mengutip ANTARASelasa (21/2).

Daftar Kenaikan Harga Sembako di Pasar Tradisional Kota Bandung

minyak goreng curah

©Liputan6.com/Angga Yuniar

Dijabarkan Reni, harga kebutuhan pokok yang naik adalah kentang dari yang semula Rp16 ribu jadi Rp20 ribu. Lalu cabai rawit menjadi Rp80 ribu dan bawang merah dari yang sebelumnya Rp35 ribu jadi Rp50 ribu.

“Ada yang naik, kayak kentang dari Rp16 ribu per kilogram jadi Rp20 ribu per kilogram, cabai rawit jadi Rp80 ribu per kilogram, sama bawang merah dari Rp35 ribu per kilogram jadi Rp50 per kilogram”, kata Reni

Sementara untuk kenaikan nilai jual sembako di Pasar Kiaracondong, seorang pedangan setempat bernama Achmad menjabarkan harganya.

"Cabai saja sekarang dari Rp30 ribu jadi Rp80 ribu per kilogram. Biasanya kan beli sekilo, ini cuman seperempat," terang dia.

Kenaikan di Pasar Astana Anyar

Selain di Pasar Kiaracondong dan Kosambi, kenaikan harga juga terjadi Pasar Astana Anyar pada komoditas minyak goreng dan gula pasir.

“Sembako itu rata-rata pada naik, apalagi minyak sama gula pasir. Minyak waktu itu harganya 14.000 terus naik jadi 15.000 dan sekarang naik lagi jadi 16.000 per kilonya," kata salah seorang pedagang, Silvi.

Menurut dia, kenaikan harga terpantau perlahan dan sudah tercatat semenjak satu minggu ke belakang.

“Jadi naiknya itu sedikit-sedikit tapi terus menerus gitu sampai sekarang” kata dia.

 

Naik Sejak Awal Tahun

pasar tradisional terapkan pembatasan aktivitas

©2021 Liputan6.com/Angga Yuniar

Kenaikan harga sebelumnya terpantau sejak awal tahun lalu, dan kian terasa jelang bulan suci Ramadan. Minyak goreng dan gula pasir yang sampai sekarang masih belum stabil.

Ini yang juga dikeluhkan pedagang Pasar Astana Anyar lainnya bernama Asep. Menurutnya, harga minyak goreng beberapa pekan sebelumnya masih di angka Rp14 ribu dan kini sudah Rp16 ribu. Untuk gula pasir, harganya berada di Rp14 ribu namun kini Rp15 ribu per kilogram.

Kenaikan harga sendiri cukup menyulitkan warga. Salah satu konsumen, Ina mengaku harus putar otak untuk mengatur pembelian kebutuhan rumah tangga, walau keberadaannya masih mudah ditemukan. 

(mdk/nrd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP