LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Harga minyak naik tipis didorong data stok AS dan pelemahan USD

Penambahan persediaan stok minyak AS lebih kecil dari pada yang diperkirakan para analis.

2016-03-31 09:02:02
harga minyak dunia
Advertisement

Harga minyak dunia kembali naik tipis pada Rabu (Kamis pagi WIB). Kenaikan harga dibantu data resmi persediaan minyak mentah AS yang hanya naik tipis ketika para pedagang khawatir tentang kelebihan pasokan global.

Departemen Energi AS (DoE) melaporkan kenaikan dalam stok minyak mentah komersial AS pekan lalu, sebesar 2,3 juta barel. Penambahan stok minyak AS lebih kecil dari pada yang diperkirakan para analis sekitar 3 juta barel.

"Itu tidak banyak tetapi masih menempatkan kita pada tingkat rekor minyak mentah lagi dan kami masih memiliki lebih banyak cara daripada yang kita butuhkan," kata James Williams dari WTRG Economics seperti ditulis Antara, Kamis (31/3).

Advertisement

Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei, naik tipis empat sen menjadi ditutup pada USD 38,32 per barel di New York Mercantile Exchange.

Di London, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Mei, patokan global, berakhir pada USD 39,26 per barel, naik 12 sen dari penutupan Selasa.

Harga minyak juga mendapat dukungan dari melemahnya USD setelah Ketua Federal Reserve Janet Yellen pada Selasa mengisyaratkan pendekatan hati-hati untuk kenaikan suku bunga AS. Hal ini membuat minyak mentah yang dihargakan dalam mata uang itu lebih murah bagi pemegang unit-unit saingannya.

Advertisement

"Jika harga minyak bergantung pada pelemahan USD, itu tidak akan pergi jauh lebih tinggi," kata Bernard Aw, ahli strategi di pedagang IG Markets.

Harga minyak turun lebih dari 60 persen dari Juni 2014 sebagian besar karena kelebihan pasokan dan perlambatan ekonomi, khususnya China, konsumen energi terbesar di dunia.

Produsen-produsen minyak utama, yang dipimpin oleh Rusia dan Arab Saudi, akan bertemu di Doha pada 17 April untuk membahas langkah-langkah guna menstabilkan harga, termasuk pembekuan produksi, tapi pasar minyak melihat kesepakatan tersebut sebagai tidak mungkin.

"Pertemuan OPEC dan non-OPEC mendatang ini pada tanggal 17 tidak akan mencapai apa-apa," kata Williams.

Baca juga:
Saudi diprediksi lanjutkan produksi, harga minyak kembali anjlok
Harga tengah murah, ESDM bakal jor-joran beli BBM untuk cadangan
Harga minyak anjlok, media ternama Al Jazeera pecat 500 karyawan
Harga minyak kembali merosot ke USD 39,4 per barel
Produksi AS melimpah, harga minyak kembali merosot di bawah USD 40
Harga minyak cenderung stabil usai serangan bom di Belgia
Pertama kali di 2016, harga minyak dunia naik di atas USD 40/barel

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.