Harga minyak anjlok, media ternama Al Jazeera pecat 500 karyawan
Merdeka.com - Media ternama Al Jazeera tengah merampingkan jumlah karyawannya. Sekitar 500 orang bakal terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) hari ini.
Dilansir dari CNN Money, Senin (28/3), pemangkasan karyawan ini dikarenakan pemotongan suntikan modal dari pemerintah Qatar. Pemerintah Qatar tengah mengalami kelesuan penerimaan akibat ambruknya harga minyak.
Jaringan Al Jazeera saat ini tercatat mempekerjakan 3.500 karyawan. Pemangkasan tidak terjadi kali ini saja. Pada awal tahun, Al Jazeera memutuskan untuk menutup cabangnya di Amerika Serikat. Imbasnya 700 pekerjanya bakal menganggur pada 12 April mendatang.
Sementara, ditambah 500 karyawan yang bakal dipecat kali ini, maka Al Jazeera telah memangkas setidaknya sepertiga karyawan mereka terdiri dari wartawan, teknisi, dan pegawai lainnya.
Direktur Umum Al Jazeera Mostefa Souag mengatakan akibat perampingan ini maka sebagian karyawan yang masih bekerja akan melakukan pekerjaan ekstra.
"Untuk mempertahankan kesinambungan operasional, maka Al Jazeera memutuskan melakukan optimalisasi ini," ujarnya.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya