Harga minyak naik akibat dolar AS melemah
Indeks dolar AS mengalami penurunan terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Rabu (30/5), karena para investor mencerna laporan Beige Book Federal Reserve yang baru dirilis serta sejumlah laporan ekonomi.
Harga minyak dunia naik pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), karena dolar AS melemah. Sehingga, komoditas yang berdenominasi greenback lebih menarik bagi pemegang mata uang lainnya.
Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli, naik 1,48 dolar AS menjadi menetap di 68,21 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.
Sementara itu, patokan global, minyak mentah Brent untuk pengiriman Juli, bertambah 2,11 dolar AS menjadi ditutup pada 77,50 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.
Indeks dolar AS mengalami penurunan terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Rabu (30/5), karena para investor mencerna laporan Beige Book Federal Reserve yang baru dirilis serta sejumlah laporan ekonomi.
Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,71 persen menjadi 94,145 pada pukul 20.00 GMT.
Harga minyak juga didukung oleh laporan media bahwa Arab Saudi, negara-negara OPEC lainnya dan sekutu non-OPEC, bertujuan untuk tetap pada pakta global untuk memangkas pasokan minyak hingga akhir 2018.
Baca juga:
Pertamina rampungkan pengeboran 6 sumur eksplorasi di triwulan I-2018
Ini pentingnya integrasi Pertagas ke PGN & harus segera direalisasikan
Kementerian ESDM bentuk posko pengaman pasokan BBM, elpiji dan listrik selama Ramadan
Tak setuju Pertagas diakuisisi, pegawai diminta mengundurkan diri
Penggabungan PGN dan Pertagas dinilai langkah baik, ini alasannya