Harga minyak mentah turun, kembali berada di bawah USD 30/barel
Pasar mengambil pandangan yang lebih skeptis atas pembicaraan para produsen untuk membatasi produksi.
Harga minyak dunia kembali turun pada Jumat (Sabtu pagi WIB). Penurunan harga didorong sentimen pasar mengambil pandangan yang lebih skeptis atas pembicaraan para produsen untuk membatasi produksi yang telah mengangkat harga awal pekan ini.
Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret, turun USD 1,13 menjadi berakhir pada USD 29,64 per barel di New York Mercantile Exchange.
Patokan Eropa, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman April, turun USD 1,27 menjadi ditutup pada USD 33,01 per barel di perdagangan London.
Harga minyak membukukan reli yang kuat pada Rabu dan Kamis pagi menyusul pembicaraan oleh produsen-produsen utama tentang kesepakatan potensial untuk membatasi produksi dalam menanggapi kejatuhan harga.
Arab Saudi dan Rusia sepakat untuk membekukan produksi jika produsen-produsen lain mengikutinya. Iran menyatakan dukungan luas untuk inisiatif tersebut, tapi menolak persetujuan untuk membatasi produksi.
Para analis mengatakan pasar telah bergeser dari pandangan antusiasme di awal menjadi lebih bersikap "show-me".
"Kami benar-benar harus menunggu dan melihat apakah OPEC benar-benar akan membekukan produksi atau apakah itu hanya pembicaraan selama seminggu lalu," kata konsultan Lipow Oil Associates, Andy Lipow.
Analis Citi Futures, Tim Evans mengatakan, pasar telah mengadopsi lebih banyak pandangan jernih negosiasi-negosiasi.
"Dalam hal produksi, itu benar-benar berarti status quo yang meninggalkan surplus besar di tempat," kata Evans.
Baca juga:
Sikap Saudi dan kelebihan stok AS buat harga minyak kembali anjlok
Sudirman Said sebut harga minyak kembali naik di 2017
Harga BBM naik pertama kali dalam 20 tahun, Venezuela terancam rusuh
Pertamina beri sinyal harga Premium dan Solar turun pada April
IHSG dibuka menguat 20 poin didorong kenaikan harga minyak mentah