LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Harga Minyak Goreng Naik, Pendapatan Pedagang Justru Turun

Persoalan minyak goreng di tanah air seakan tidak ada habisnya. Pemerintah pun telah berupaya menyelesaikan persoalan ini, dengan cara menetapkan kebijakan HET untuk minyak goreng kemasan yang dibanderol Rp 14.000 per liter.

2022-03-19 13:00:00
Minyak Goreng
Advertisement

Persoalan minyak goreng di tanah air seakan tidak ada habisnya. Pemerintah pun telah berupaya menyelesaikan persoalan ini, dengan cara menetapkan kebijakan HET untuk minyak goreng kemasan yang dibanderol Rp 14.000 per liter.

Namun, itu menyebabkan kelangkaan minyak goreng kemasan di sejumlah ritel modern di berbagai wilayah Indonesia. Menariknya, setelah aturan HET tersebut dicabut, produk-produk minyak goreng kemasan mulai mengisi penuh rak-rak di ritel modern.

Tapi, hal itu berbeda di pasar tradisional. Pedagang di pasar mengaku masih kesulitan memperoleh minyak goreng kemasan, meskipun aturan HET telah dicabut. Salah satunya, Tomi (30) pedagang di Pasar Senen.

Advertisement

“Beli satu dus (minyak goreng) aja susah, barangnya tidak ada kata agen, itu buat langganan pagi doang kalau tidak langganan gak dikasih, saya susah nyarinya,” kata Tomi kepada Liputan6.com, Minggu (19/3).

Tomi mengatakan, saat ini dia hanya menjual stok minyak goreng lama dengan ukuran 2 liter yang dibanderol Rp 35.000. Produk minyak goreng kemasan yang dijualnya merupakan merek yang tidak terlalu terkenal.

Kendati begitu, minyak goreng yang dia tawarkan terbilang cukup murah dibanding ritel modern, namun tetap saja sepi pembeli. “Rp 35.000 2 liter untuk merek tidak terlalu terkenal seperti Resto, sania tidak ada barangnya juga. Saya juga baru-baru ini jarang lakunya karena masih jual barang lama, barang baru tidak ada. Ibu-ibu tidak kuat belinya,” ujarnya.

Advertisement

Lelaki berusia 30 tahun ini mengeluhkan, karena penghasilannya menjadi berkurang akibat sepinya pembeli. Keadaan tersebut sangat berbeda ketika harga minyak goreng normal di kisaran Rp 27.000 per 2 liter.

“Kita penghasilan menjadi berkurang. Kalau dulu iya saat minyak murah Rp 27 ribu per 2 liter, sekarang mana di harga segitu, sekarang (saya jual) Rp 35.000 per 2 liter, saya beli di agen. Itu karena harga lama saja saya jual Rp 35.000 per 2 liter, kalau harga baru saya tidak tahu jual berapa,” pungkasnya.

Sumber: Liputan6

Reporter: Tira Santia

Baca juga:
Mendag Lutfi Prediksi Harga Minyak Goreng Kemasan Turun Pekan Depan
Ini Perbedaan Harga Minyak Goreng di Indonesia dan Malaysia
Mendag Lutfi: Stok Minyak Goreng Kemasan Melimpah
Minyak Goreng Bukan 9 Komoditas yang Jadi Tanggung Jawab Badan Pangan Nasional
F-PKS DPR Usulkan Hak Angket Kelangkaan dan Tingginya Harga Minyak Goreng
Anggota DPR Dukung Subsidi Minyak Goreng Curah Jadi Rp14.000 per Liter, Ini Alasannya
Dorong Pansus Minyak Goreng, Dedi Mulyadi: Masa Negara Kalah oleh Mafia

(mdk/ags)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.