Harga minyak dunia naik usai melemahnya Dolar AS
Harga minyak dunia naik tipis pada Jumat (Sabtu pagi WIB). Kenaikan ini didukung melemahnya Dolar AS, namun membukukan penurunan mingguan kedua berturut-turut karena kelanjutan kelebihan pasokan global.
Harga minyak dunia naik tipis pada Jumat (Sabtu pagi WIB). Kenaikan ini didukung melemahnya Dolar AS, namun membukukan penurunan mingguan kedua berturut-turut karena kelanjutan kelebihan pasokan global.
Dolar AS yang lebih lemah membuat minyak yang dihargakan dalam mata uang dolar lebih menarik bagi pemegang mata uang lainnya. Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,40 persen menjadi 93,031 pada akhir perdagangan.
Namun, harga minyak berada di bawah tekanan selama seminggu penuh karena investor khawatir bahwa kelebihan pasokan global akan bertahan mengingat kepatuhan produsen-produsen minyak utama untuk mengurangi produksinya tidak membaik.
Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September bertambah USD 0,23 menjadi menetap di USD 48,82 per barel di New York Mercantile Exchange.
Sementara itu, patokan Eropa, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Oktober naik USD 0,20 menjadi ditutup pada USD 52,10 per barel di London ICE Futures Exchange.
Baca juga:
Pertumbuhan kuartal II 5,01 persen, BI catat ada perbaikan investasi
Hari terakhir GIIAS, ini deretan mobil di bawah Rp 200 juta
Bos OJK ingin sistem kliring perbankan dan pasar modal bisa digabung
Jokowi: Di Jawa, harga bensin naik 1.000 perak demonya enam bulan
Realisasi pajak baru 46,8 persen, ini strategi menkeu kejar target
OJK sempurnakan regulasi pasar modal dorong pemerataan pembangunan