LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Harga komoditas stabil, inflasi Oktober 2017 tercatat hanya 0,01 persen

Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan, rendahnya inflasi pada bulan ini dikarenakan stabilnya harga komoditas. Dia mencatat, inflasi pada Oktober 2016 sebesar 0,14 persen, meskipun sedikit lebih tinggi dari Oktober 2015 terjadi deflasi sebesar 0,08 persen.

2017-11-01 11:59:19
BPS
Advertisement

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat telah terjadi inflasi sebesar 0,01 persen pada Oktober 2017. Angka ini menurun dari September 2017 yang tercatat sebesar 0,13 persen. Sementara itu, inflasi tahun kalender (Januari-Oktober) 2017 sebesar 2,67 persen dan secara tahun ke tahun (Oktober 2017 terhadap Oktober 2016) sebesar 3,58 persen.

Kepala BPS, Suhariyanto mengatakan, rendahnya inflasi pada bulan ini dikarenakan stabilnya harga komoditas. Dia mencatat, inflasi pada Oktober 2016 sebesar 0,14 persen, meskipun sedikit lebih tinggi dari Oktober 2015 terjadi deflasi sebesar 0,08 persen.

"Kita berharap ini akan terus terjaga, terutama pada bulan Desember. Karena tren paa bulan Desember biasanya akan terjadi peningkatan komoditas barang karena ada persiapan liburan, natal, tahun baru, dan sebagainya," kata Suhariyanto di gedung BPS, Jakarta, Rabu (1/11).

Advertisement

Dari 82 kota Indeks Harga Konsumen (IHK), sebanyak 44 kota mengalami inflasi dan 38 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Tual sebesar 1,05 persen dan terendah terjadi di Surakarta dan Cilegon sebesar 0,01 persen. Sementara deflasi tertinggi terjadi di Palu sebesar 1,31 persen dan terendah terjadi di Palopo sebesar 0,01 persen.

Berdasarkan komponen, kelompok pengeluaran yang menyumbang inflasi terbesar adalah makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,28 persen. Perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar inflasi sebesar 0,18 persen. Sandang sebesar 0,18 persen. Kesehatan sebesar 0,21 persen. Dan pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,16 persen.

Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi adalah bahan makanan sebesar 0,45 persen, juga transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,13 persen. Sedangkan menurut komponen, penyumbang inflasi terbesar berasal dari komponen inti sebesar 0,17 persen, sementara harga diatur pemerintah mengalami deflasi sebesar 0,01 persen, dan komponen bergejolak sebesar 0,53 persen.

Advertisement

"Mudah-mudahan inflasi terjaga sehingga target inflasi tahun ini bisa dicapai dan tidak terjadi fluktuasi harga," pungkas Suhariyanto.

Baca juga:
3 Tahun Jokowi-JK, pengentasan kemiskinan tak secepat diharapkan
September, Rupiah menguat tipis dari tiga mata uang dunia
September, upah pekerja dan buruh bangunan mengalami kenaikan
BPS catat impor September USD 12,78 M disumbang peningkatan buah-buahan
September, neraca perdagangan surplus USD 1,76 miliar

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.