Harga Kebutuhan Pokok Sleman Turun Signifikan Usai Libur Nataru
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman mencatat harga kebutuhan pokok Sleman mulai turun pada minggu kedua Januari 2026 setelah libur Natal dan Tahun Baru, membuat pembaca penasaran akan rincian komoditasnya.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, melaporkan adanya penurunan harga komoditas barang kebutuhan pokok di wilayah tersebut. Penurunan ini terjadi setelah periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) berakhir. Data terbaru menunjukkan stabilisasi harga yang melegakan masyarakat.
Penurunan harga sebagian besar komoditas ini mulai terlihat memasuki minggu kedua Januari 2026, dibandingkan dengan minggu pertama. Kondisi ini memberikan sinyal positif bagi daya beli masyarakat setelah lonjakan permintaan selama perayaan akhir tahun. Penurunan harga ini terjadi secara umum pada berbagai jenis bahan pangan penting.
Beberapa komoditas utama yang mengalami penurunan meliputi beras premium, beras medium, minyak goreng Minyakita, daging ayam broiler, telur ayam ras, serta cabai rawit merah dan cabai merah besar. Ketua Tim Kerja Distribusi dan Pemasaran Perdagangan Disperindag Kabupaten Sleman, Fitriana Nurhayati, menyampaikan informasi ini di Sleman pada hari Sabtu.
Fluktuasi Harga Komoditas Utama di Sleman
Fitriana Nurhayati menjelaskan bahwa harga beras premium turun 0,41 persen, dari Rp15.313 menjadi Rp15.250 per kilogram. Sementara itu, beras medium juga mengalami penurunan 0,19 persen, dari Rp12.257 menjadi Rp12.233 per kilogram. Minyak goreng Minyakita tercatat turun 0,44 persen, dari Rp17.652 menjadi Rp17.575 per liter.
Pada kategori protein hewani, harga daging sapi cenderung stabil di kisaran Rp139 ribu per kilogram. Namun, daging ayam broiler menunjukkan penurunan 3,48 persen, dari Rp37.946 menjadi Rp36.625 per kilogram. Telur ayam ras juga turun 2,77 persen, dari Rp29.750 menjadi Rp28.925 per kilogram.
Komoditas cabai mengalami penurunan yang cukup signifikan. Cabai rawit merah turun 14,93 persen, dari Rp49.929 menjadi Rp42.475 per kilogram. Cabai merah besar juga turun 8,98 persen, dari Rp54.224 menjadi Rp50.714 per kilogram.
Di sisi lain, bawang merah turun 3,95 persen, dari Rp45.625 menjadi Rp43.825 per kilogram. Namun, bawang putih honan justru mengalami kenaikan 5,12 persen, dari Rp32.250 menjadi Rp33.900 per kilogram.
Faktor Penentu Harga Kebutuhan Pokok
Penurunan harga sebagian besar komoditas ini disebabkan oleh penurunan permintaan setelah masa libur Nataru. Masyarakat yang telah memenuhi kebutuhan selama libur panjang kini mengurangi pembelian, sehingga menyeimbangkan kembali pasokan dan permintaan di pasar. Faktor permintaan menjadi salah satu pendorong utama fluktuasi harga di pasaran.
Kepala Disperindag Kabupaten Sleman, Mae Rusmi, menambahkan bahwa dari sisi produksi, komoditas cabai di wilayah Sleman kurang bagus akibat kondisi cuaca yang tidak menentu. Meskipun demikian, Sleman mendapatkan pasokan cabai yang melimpah dari beberapa daerah sentra, sehingga harga cabai tetap dapat turun.
Kenaikan harga bawang putih sejak awal Januari 2026 dijelaskan oleh Mae Rusmi sebagai dampak dari pasokan bawang putih impor dari negara asal, yaitu China. Pasokan yang terbatas menyebabkan harga komoditas ini naik, meskipun beberapa pedagang masih mengandalkan stok lama.
Sementara itu, penurunan harga bawang merah terjadi karena di beberapa daerah sentra di Jawa, seperti Brebes, Ponorogo, Tulungagung, dan Kulon Progo, mulai memasuki masa panen. Melimpahnya stok dari daerah-daerah ini berkontribusi pada penurunan harga bawang merah di pasar Sleman.
Ketersediaan Pasokan dan Pemantauan Harga
Berdasarkan perhitungan pasokan barang kebutuhan pokok pada akhir Desember 2025, Disperindag Kabupaten Sleman memastikan bahwa pasokan untuk Januari 2026 berada dalam kondisi aman. Ketersediaan yang cukup ini diharapkan dapat menjaga stabilitas harga ke depannya. Hal ini menunjukkan kesiapan pemerintah daerah dalam mengantisipasi kebutuhan masyarakat.
Masyarakat Kabupaten Sleman dapat memantau secara langsung pergerakan harga komoditas ini melalui laman resmi hargapangan.slemankab.go.id. Platform daring ini menyediakan informasi harga terkini, memungkinkan konsumen untuk membuat keputusan pembelian yang lebih cerdas. Transparansi informasi harga menjadi prioritas Disperindag.
Sumber: AntaraNews