Harga Kebutuhan Pokok Singaraja Stabil Pasca-Galungan, Pedagang Lega
Setelah perayaan Hari Raya Galungan, harga kebutuhan pokok di Singaraja menunjukkan tren stabil. Penurunan permintaan dan kelancaran pasokan menjadi faktor utama stabilitas harga di pasar tradisional.
Singaraja, Bali, 20/6 (ANTARA) - Harga sejumlah kebutuhan pokok di wilayah Kota Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali, mulai menunjukkan tren stabil. Kondisi ini terjadi setelah rangkaian Hari Suci Perayaan Galungan, yang diperingati pada Rabu, 17 Juni 2026, sebagai hari kemenangan dharma (kebaikan) melawan adharma (kejahatan) menurut agama Hindu.
Pantauan di Pasar Banyuasri dan Pasar Anyar pada Sabtu (20/6) menunjukkan bahwa beberapa komoditas strategis, seperti cabai, bawang merah, bawang putih, telur ayam, dan daging ayam, relatif stabil. Harga-harga ini jauh lebih terkendali dibandingkan saat menjelang Galungan yang sempat mengalami kenaikan signifikan.
Meskipun masih ada fluktuasi pada beberapa jenis sayuran, pergerakan harganya dinilai tidak signifikan. Selain itu, pasokan dari distributor juga tetap lancar, menjaga keseimbangan pasar dan memberikan kepastian bagi konsumen serta pedagang.
Fluktuasi Harga Cabai dan Bawang Merah Terkendali
Salah seorang pedagang kebutuhan pokok di Pasar Banyuasri, Made Sulastri, menjelaskan bahwa harga cabai rawit yang sempat melonjak menjelang Galungan kini mulai turun. Harga komoditas ini kembali mendekati kisaran Rp60 ribu hingga Rp70 ribu per kilogram.
Menurut Made Sulastri, penurunan harga ini disebabkan oleh berkurangnya permintaan masyarakat setelah hari raya. Kondisi tersebut membuat harga di tingkat pedagang menjadi lebih terkendali dan stabil. “Menjelang Galungan kemarin permintaan sangat tinggi sehingga harga beberapa komoditas naik. Sekarang sudah mulai normal, pasokan juga lancar sehingga harga lebih stabil. Pembeli masih ada, tetapi tidak seramai sebelum hari raya,” ujarnya.
Made Sulastri juga menambahkan bahwa harga bawang merah dan bawang putih ikut mengalami penurunan. Kedua komoditas ini kini berada di kisaran harga Rp40 ribu per kilogram. “Sebelum Galungan di sini bisa mencapai Rp50 ribu per kilogram baik bawang merah maupun bawang putih,” kata dia.
Stabilitas Harga Telur dan Daging Ayam
Hal senada disampaikan oleh pedagang telur dan sembako di Pasar Banyuasri, I Ketut Suarda. Ia menjelaskan bahwa harga telur ayam yang sebelumnya mengalami kenaikan akibat meningkatnya kebutuhan rumah tangga, kini berangsur stabil. Harga telur ayam kini berada di kisaran Rp50 ribu untuk satu kerat isian 30 buah.
Kondisi stabilnya harga telur ayam ini memberikan kepastian bagi pedagang maupun konsumen dalam melakukan transaksi jual beli. I Ketut Suarda menegaskan, “Penjualan kembali normal sehingga harga mulai stabil.”
Sementara itu, di Pasar Anyar Singaraja, aktivitas jual beli juga berlangsung lebih tenang dibandingkan beberapa hari sebelum Galungan. Pedagang daging ayam, Komang Budi, menjelaskan bahwa harga ayam potong yang sempat naik akibat tingginya kebutuhan masyarakat, kini mulai turun di kisaran harga Rp40 ribu per kilogram.
Komang Budi menyebutkan bahwa harga ayam per kilo kembali stabil, meskipun untuk bagian dada harganya sedikit lebih mahal, yakni di kisaran Rp45 ribu per kilogram. Kondisi ini menjadi kabar baik bagi konsumen yang kembali berbelanja untuk kebutuhan sehari-hari setelah pengeluaran meningkat selama rangkaian hari raya.
Pasokan Sayuran dan Faktor Pendukung Stabilitas
Pedagang sayuran di Pasar Anyar, Ni Luh Erni, menyatakan bahwa harga berbagai jenis sayuran seperti kangkung, bayam, sawi, dan kacang panjang cenderung stabil. Stabilitas ini terjadi karena pasokan dari petani lokal kembali normal setelah perayaan Galungan.
Menurut Ni Luh Erni, permintaan pasar biasanya menurun setelah hari raya, sehingga harga menjadi lebih terkendali. Ia menambahkan, “Saat ini pasokan dari petani cukup banyak dan distribusi juga tidak mengalami kendala sehingga harga relatif stabil.”
Stabilitas harga kebutuhan pokok di Singaraja juga didukung oleh ketersediaan stok yang mencukupi dari distributor dan petani lokal. Selain itu, cuaca yang relatif baik dalam beberapa pekan terakhir turut membantu kelancaran distribusi bahan pangan ke pasar-pasar tradisional di wilayah Buleleng.
Sumber: AntaraNews