Harga Emas Antam 16 April 2026 Turun Rp5.000, Ini Rincian Lengkapnya
Berikut adalah informasi terkini mengenai harga emas dari PT Aneka Tambang Tbk (Antam) yang berlaku pada Kamis, 16 April 2026.
Harga emas dari PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penurunan pada perdagangan hari Kamis, 16 April 2026. Penurunan ini tercatat sebesar Rp 5.000 setelah sebelumnya mengalami kenaikan yang cukup signifikan pada perdagangan hari sebelumnya.
Mengacu pada informasi yang dihimpun dari laman logammulia.com, harga emas Antam hari ini ditetapkan pada Rp 2.888.000 per gram, sedangkan harga pada perdagangan sebelumnya adalah Rp 2.893.000 per gram. Di sisi lain, harga buyback emas Antam tetap tidak berubah. Saat ini, harga buyback emas Antam ditetapkan sebesar Rp 2.674.000 per gram.
Hal ini berarti jika Anda berencana untuk menjual emas, Antam akan membelinya dengan harga tersebut.
Sebagai tambahan informasi, harga emas Antam pernah mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah pada tanggal 29 Januari 2026, dengan harga mencapai Rp 3.168.000 per gram. Pada saat yang sama, harga buyback emas Antam berada di angka Rp 2.989.000 per gram.
Informasi mengenai harga emas Antam ini diperoleh dari situs resmi Logam Mulia, yang merupakan unit bisnis dari PT Aneka Tambang Tbk. Oleh karena itu, data yang disajikan dapat dianggap memiliki akurasi dan kredibilitas yang tinggi bagi masyarakat.
- Daftar Harga Emas AntamHarga emas 0,5 gram: Rp 1.494.000
- Harga emas 1 gram: Rp 2.888.000
- Harga emas 2 gram: Rp 5.726.000
- Harga emas 3 gram: Rp 8.571.000
- Harga emas 5 gram: Rp 14.255.000
- Harga emas 10 gram: Rp 28.430.000
- Harga emas 25 gram: Rp 70.910.000
- Harga emas 50 gram: Rp 141.655.000
- Harga emas 100 gram: Rp 283.160.000
- Harga emas 250 gram: Rp 707.590.000
- Harga emas 500 gram: Rp 1.414.900.000
- Harga emas 1.000 gram: Rp 2.828.600.000
Harga Emas Global
Pada perdagangan Rabu, 15 April 2026 (Kamis waktu Jakarta), harga emas mengalami penurunan. Penurunan ini terjadi setelah harga emas mencapai titik tertinggi dalam sebulan, karena para investor mulai mempertimbangkan sinyal terbaru mengenai situasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, serta dampaknya terhadap prospek suku bunga.
Mengutip dari CNBC pada Kamis, 16 April 2026, harga emas di pasar spot mengalami penurunan sebesar 0,9% menjadi USD 4.796,56 per ounce di awal perdagangan, setelah sebelumnya mencapai level tertinggi sejak 18 Maret. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni juga melemah sebesar 0,6% menjadi USD 4.820,50.
Analis Senior Kitco Metals, Jim Wyckoff, menjelaskan bahwa "Emas dan perak hanya mengalami aksi ambil untung ringan dan rutin setelah mencapai level tertinggi semalam."
Ia juga menambahkan bahwa "Harga emas telah menguat karena meningkatnya selera risiko dan mengalami penurunan selama periode penghindaran risiko dalam beberapa sesi terakhir, yang bertentangan dengan peran tradisional logam tersebut sebagai aset safe-haven."
Saat ini, para pedagang lebih memperhatikan implikasi dari kebijakan moneter yang lebih ketat dan tekanan inflasi. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengungkapkan bahwa pembicaraan dengan Iran untuk mengakhiri konflik dapat segera dilanjutkan dan berharap akan ada kesepakatan, serta meminta dunia untuk memperhatikan "dua hari yang menakjubkan".
Fluktuasi Harga Emas
Sementara itu, angkatan bersenjata Amerika Serikat yang menerapkan blokade telah menghentikan kapal-kapal yang berusaha meninggalkan pelabuhan Iran. Kenaikan harga minyak terjadi karena pengiriman melalui Selat Hormuz masih terbatas.
Meskipun sudah 45 hari berlalu setelah Garda Revolusi Iran menyatakan bahwa selat tersebut ditutup, situasi transit melalui jalur air itu tetap tidak pasti, bahkan setelah adanya gencatan senjata selama dua minggu.
"Bank Sentral AS (Federal Reserve) mungkin perlu menunggu hingga 2027 untuk memangkas suku bunga jika kenaikan harga minyak yang berkepanjangan akibat perang Iran menghambat kemajuan inflasi menuju target 2% bank sentral AS," ungkap Presiden Federal Reserve Chicago, Austin Goolsbee, pada hari Selasa.
Saat ini, pasar memperkirakan peluang penurunan suku bunga AS sebesar 31% untuk tahun ini. Suku bunga yang lebih tinggi biasanya berpotensi menekan harga emas dengan meningkatkan biaya peluang untuk memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil, sehingga mengurangi daya tarik logam mulia ini sebagai alat lindung nilai terhadap inflasi.