LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

H-1 Lebaran, Harga Daging Sapi dan Ayam Kompak Naik Tajam

Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) mencatat harga komoditas daging sapi segar dan ayam meroket tajam jelang Idulfitri 2021. Kenaikan ini umumnya terjadi seiring dengan permintaan yang juga meningkat.

2021-05-12 12:00:00
Harga Pangan
Advertisement

Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) mencatat harga komoditas daging sapi segar dan ayam meroket tajam jelang Idulfitri 2021. Kenaikan ini umumnya terjadi seiring dengan permintaan yang juga meningkat.

Sekretaris Jenderal APPSI, Ngadiran mengatakan, untuk harga daging sapi segar saat ini berada di kisaran Rp140.000 - Rp150.000 per kilogram (kg). Angka ini meningkat tajam, dari harga normal yang rata-rata hanya di Rp105.000 - Rp110.000.

Sementara untuk harga daging ayam H-1 Lebaran ini mencapai sebesar Rp40.000 - Rp44.000 per kg. Padahal harga rata-rata normalnya hanya di kisaran Rp30.000 - Rp32.000 per kg.

Advertisement

Jika merujuk pada Info Pangan Jakarta, harga daging sapi murni per hari ini atau 12 Mei 2021 sebesar Rp145.641 per kg. Sedangkan untuk harga daging ayam broiler/ras sebesar Rp54.378 per kg.

"Untuk daging frozen sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp85.000 - Rp95.000 per kg," ujarnya saat dihubungi merdeka.com, Selasa (12/5).

Advertisement

Penyebab Kenaikan

Dia menduga penyebab kenaikan ini tidak hanya karena permintaan di tingkat masyarakat yang tinggi. Akan tetapi ada pengaturan harga di tingkat pedagang kecil yang dilakukan oleh para peternak besar atau para importir.

"Pedagang diatur oleh pemilik komoditas peternak besar atau importirnya," dugaanya.

Ngadiran mengatakan, selama ini yang mendapatkan izin impor sapi-sapi itu pengusaha besar saja. Sehingga pedagang kecil sangat bergantung kepada siapa pemiliknya.

"Sejauh mana peran pemberi izin impor bisa dilakukan beranikah (pemerintah) ambil ketegasan kepadanya?," tegasnya.

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.