Guru minta istilah keuangan harus mudah dipahami
Pelaku industri diharapkan menggunakan istilah yang populer di masyarakat agar siswa cepat paham.
Asosiasi Guru Ekonomi meminta Otoritas Jasa Keuangan dan industri jasa keuangan ikut menyusun menyempurnakan materi mata pelajaran keuangan yang diajarkan pada sekolah kelas X atau setingkat SMA/SMK.
"Materi ini adanya di kelas X, kompetensi dasar kelima. Bukan materi baru, sebelumnya ada di bank kesentralan. Sempurnakan ilmu teman-teman itu," ujar Ketua Asosiasi Guru Ekonomi, Wiji Purwanta di Jakarta, Rabu (2/7).
Dia meminta para pelaku industri menggunakan istilah yang populer di masyarakat agar siswa cepat paham. "NTT enggak memahami, kita cari kalimat yang dimengerti seluruh wilayah. Kalau industri keuangan, yang familiar itu pasar modal. Tapi yang lain secara resmi belum diajarkan," katanya.
Selama ini, materi materi pembiayaan, selama ini sudah diajarkan secara merata seluruh Indonesia, tidak terkonsentrasi di kota-kota besar. Praktik pun mulai dilakukan oleh siswa. Misalnya dengan datang ke pegadaian dan lainnya. "Buat praktik tidak ada kendala," katanya.
(mdk/arr)