LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Gubernur Jateng: OJK harus bisa jadi rumah rakyat

"Saran saya, informasi tentang kebijakan dan lembaga keuangan bisa diberikan juga melalui media sosial."

2016-01-14 20:50:05
Surakarta
Advertisement

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang berharap Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bisa menjadi rumah rakyat. Dimana rakyat bisa bertanya tentang keuangan.

"Saran saya, informasi tentang kebijakan dan lembaga keuangan bisa diberikan juga melalui media sosial. Sehingga bisa diakses oleh masyarakat luas,” katanya saat peresmian kantor OJK Solo di Jalan Veteran, Kamis (14/1).

Tak hanya kantor, OJK juga mengaktivasi Pusat Edukasi, Layanan, Konsumen dan Akses Keuangan (PELAKU). Ini merupakan yang pertama setelah program tersebut diluncurkan di Jakarta pada 22 Desember lalu.

Advertisement

Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Kusumaningtuti S. Soetiono mengatakan, selain Solo, pihaknya telah meresmikan delapan kantor OJK. Diantaranya, Yogyakarta, Ambon, Kupang, Purwokerto dan Lampung.

"Kantor ini mempunyai posisi yang sangat strategis, karena Solo dan sekitarnya memiliki potensi ekonomi tinggi. Kami menjaga sektor keuangan dan menerbitkan kebijakan yang pro sektor riil."

Kepala Kantor OJK Solo Triyoga Laksito, menambahkan, aset perbankan di wilayahnya mencapai Rp 73,97 triliun hingga November 2015.

Advertisement

Sebanyak 72,48 persen atau Rp 53,6 triliun berada di Kota Solo, Rp 4,30 triliun atau 5,82 persen di Klaten. Kemudian, Rp 3,76 triliun atau 5,09 persen di Sragen, Rp 3,62 triliun atau 4,90 persen di Sukoharjo, Rp 3,33 triliun atau 4,51 persen di Karanganyar.

Lalu, Rp 2,77 triliun atau 3,76 persen di Boyolali dan sisanya sebesar Rp 2,55 triliun atau 3,45 persen di Kabupaten Wonogiri.

"Kantor cabang bank umum konvensional sebanyak 191, 13 kantor cabang bank syariah, 74 kantor BPR dan 8 kantor pusat BPRS dengan jumlah jaringan kantor sebanyak 393 kantor. Serta 196 jaringan kantor lembaga jasa keuangan non perbankan," jelasnya.

Baca juga:
Ini alasan bank sentral turunkan BI Rate jadi 7,25 persen
Persoalkan aturan ESDM, Pedagang gas didorong gandeng KPPU
Bom meledak di Sarinah, penumpang Bandara Soekarno-Hatta normal
BUMN belum tentukan harga penawaran saham divestasi Freeport
Rupiah ditutup melemah nyaris Rp 14.000 usai ledakan bom di Sarinah

(mdk/yud)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.