LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Gubernur BI Optimis Ekonomi Tahun Ini Lebih Baik

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo meyakini, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini akan lebih baik dari 2020. Bahkan bukan perkara sulit target pertumbuhan ekonomi sebesar 4,3 persen sampai dengan 5,3 persen bisa tercapai.

2021-04-01 16:50:45
Pertumbuhan Ekonomi
Advertisement

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo meyakini, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini akan lebih baik dari 2020. Bahkan bukan perkara sulit target pertumbuhan ekonomi sebesar 4,3 persen sampai dengan 5,3 persen bisa tercapai.

Dia mengatakan, pertumbuhan ekonomi tersebut akan didukung oleh kinerja ekspor, stimulus fiskal dan adanya kenaikan terhadap investasi. Kenaikan investasi ini pun tidak lepas dari implementasi Undang-Undang Cipta Kerja.

"Isya Allah dengan semangat membangun optimisme, inysa Allah tahun ini ekonomi kita akan lebih baik dari tahun lalu," katanya dalam webinar Akselerasi Indonesia Maju melalui Penanaman Midal dan Insentif Fiskal, Kamis (1/4).

Advertisement

Dia menambahkan, untuk mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional BI juga tengah mengerahkan seluruh kebijakannya untuk tidak hanya menjaga stabilitas. Tetapi juga ikut mendukung pemulihan ekonomi dengan bersinergi bersama pemerintah.

"Kami telah menurunkan suku bunga terendah di dalam sejarah menjadi 3,5 persen. Kami terus memastikan likuiditas perbankan itu sangat longgar quantitative easing kami lakukan Rp776 triliun yang terbesar di antara emerging market," jelas dia.

Di samping itu, BI juga berperan aktif untuk pendanaan APBN baik tahun 2020/2021. Pada tahun lalu BI sudah melakukan pendanaan sebesar RP473,4 triliun dalam mekanisme burden sharing. Sementara sampai dengan 16 Maret 2021 sudah sebesar Rp65 triliun.

Advertisement

"Dan kami juga melakukan relaksasi di bidang kebijakan makroprudensial. Terakhir dengan DP kredit perumahan maupun DP kredit bermotor yang 0 persen. Kami juga melakukan digitalisasi sistem pembayaran demikian juga mendukung upaya gerakan bersama bangga buatan Indonesia dan gerakan masyarakat wisata di Indonesia," jelasnya.

Perry melanjutkan pihaknya juga tak henti melakukan sinergi erat antara pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dunia usaha, hingga perbankan. Hal itu bertujuan untuk pemulihan ekonomi menuju Indonesia maju.

Baca juga:
Menteri Sri Mulyani: Mencapai Indonesia Maju Tak Seperti Bangun Candi Roro Jonggrang
Gambaran Indonesia 2045 Versi Menteri Sri Mulyani
Kejar Pertumbuhan Ekonomi, Kolaborasi Kadin dan Pemerintah Perlu Diakselerasi
Kehadiran LPI Diharap Jadi Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Fungsi Pasar Uang, Pengertian, Beserta Karakteristiknya yang Penting Diketahui
Pemulihan Sektor Kesehatan Jadi Syarat Kejar Pertumbuhan Ekonomi 5,3 Persen di 2021

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.