Gubernur BI: Jangan khawatir meski Rupiah tembus Rp 13.052 per USD
Mantan menteri keuangan era SBY ini meyakini pelemahan Rupiah masih cukup positif untuk perekonomian nasional.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo tetap tenang meski nilai tukar Rupiah telah tembus angka Rp 13.000 per USD. Posisi Rupiah saat ini masih tergolong aman.
"Tidak perlu khawatir dengan Rupiah, secara umum tidak perlu khawatir dengan Rupiah karena BI selalu ada di pasar," ujarnya di Gedung BI, Kamis (5/3).
Mantan menteri keuangan era SBY ini meyakini pelemahan Rupiah masih cukup positif untuk perekonomian nasional. bank sentral berjanji menjaga stabilitas nilai tukar.
"Saya sampaikan kalau ada terkait nilai tukar, sepenuhnya dalam banyak hal dikarenakan dinamika yang ada di luar, Rupiah dalam keadaan baik dan BI akan selalu ada di pasar untuk menjaga volatilitasnya, saya sendiri belum up to date tapi secara umum tidak perlu khawatir dengan Rupiah," tutupnya.
Sebelumnya, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara menegaskan, penguatan dolar tidak hanya terjadi kepada Rupiah. Hampir seluruh mata uang di dunia senasib dengan Rupiah, mengalami pelemahan.
"Supaya juga suplai valas terus selalu tersedia di pasar. Ya memang yang sekarang terjadi adalah penguatan mata uang Amerika terhadap semua mata uang," kata Mirza di Jakarta, Kamis (5/3).
Meski alami pelemahan, Mirza yakin Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak akan terganggu. Dia mencontohkan dengan dilepasnya harga bahan bakar minyak (BBM) ke pasaran, anggaran subsidi tidak akan semakin bengkak.
Baca juga:
Rupiah melemah ke Rp 13.000/USD, BI sebut semua negara sama
Rupiah dekati Rp 13.000 per USD, mereka justru meraup untung
BI-PPATK perkuat cara berantas pencucian uang dan pendanaan teroris
Februari deflasi, Bank Indonesia diminta kembali pangkas suku bunga
Penjelasan Menteri Keuangan soal Rupiah dekati Rp 13.000 per USD
Agus Marto tak janji BI Rate kembali turun